Breaking News:

Catatan Muhammad Herwan

Simalakama Bernama Era New Normal

Proses belajar mengajar di masa era new normal pandemi Covid 19 bagaikan makan buah simalakama, dilematis dan ironis.

KOMPAS.COM
Novi harus numpang belajar online di rumah teman karena tak punya ponsel pintar 

Hal ini sangat diperlukan terutama dan khususnya pada pendidikan tingkat dasar dan menengah, tersebab pada jenjang pendidikan inilah proses penyiapan pola pikir dan sikap dilakukan.

Bukankah hakikat dari Pendidikan sebagai proses kehidupan berkelanjutan adalah merupakan upaya untuk memanusiakan manusia agar memiliki peradaban (nilai dan pengetahuan religius, nilai dan pengetahuan budaya).

Bahwa hakikat proses pembelajaran bukanlah untuk menjadikan siswa/siswi menjadi pintar dan memiliki pengetahuan sahaja (bukan hanya Kognitif dan Psikomotorik), namun proses belajar mengajar sejatinya menyeimbangkan 3 aspek pedidikan (Kognitif, Psikomotorik dan Afektif),

Bahkan yang terutama dan sangat penting adalah mendidik dan mengajarkan Sikap dan Moral (Afektif/Attitude), agar anak didik menjadi manusia yang memiliki akhlakul karimah.

Apatah lagi faktor sikap dan moral ini menjadi akar persoalan utama dekadensi poleksosbud yang tengah kita alami saat ini.

Bahwa pendidikan menjadi tanggung jawab kita bersama, bukan hanya digantungkan pada sekolah, dinas pendidikan ataupun guru, namun yang juga penting adalah peran dan tanggung jawab orang tua serta lingkungan luar sekolah.

Mudah-mudahan pemerintah dan penanggung jawab masalah pendidikan negara ini dapat arif dan bijak menyikapi persoalan ini secara menyeluruh dan berkelanjutan.

Janganlah hendaknya kebijakan dan tindakan yang dilakukan hanya sebatas uji coba dan secara parsial.

Mulailah dengan membuat penyederhanaan kurikulum pendidikan yang disesuaikan dengan era new normal sekaligus menjadi alternatif solusi peningkatan kualitas pendidikan nasional.

Harus tetap di ingat bahwa kebijakan pendidikan adalah berkaitan erat dengan upaya menciptakan generasi penerus bangsa, mereka lah yang nantinya akan menggantikan generasi saat ini untuk mengisi dan membangun masa depan negara.

Jangan sampai dampak pandemi covid 19 yang menyebabkan krisis ekonomi, juga juga mengancam keberlanjutan generasi (lost generation).

Kebijakan yang tepat dan cepat harus dilakukan, tetapi jangan lagi (sampai) menambah-nambah persoalan baru. Selamatkan pendidikan nasional, selamatkan generasi penerus bangsa. Semoga. (*)

-----------

Muhammad Herwan adalah tokoh muda Riau, ia aktif di berbagai organisasi sosial kemasyarakatan dan organisasi profesi. Lulusan Universitas Riau ini juga jadi Perumus Naskah Awal Visi Riau 2020. 2 dekade silam

Saat ini, Muhammad Herwan juga tercatat sebagai Wakil Sekjen Forum Komunikasi Pemuka Masyarakat Riau (FKPMR) dan Wakil Sekretaris Dewan Pendidikan Provinsi Riau. 

Editor: rinalsagita
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved