Breaking News:

Pekanbaru

Ayah Tiri Pembunuh Batita di Pekanbaru Peragakan 12 Adegan Rekonstruksi, di Adegan 4-7 Korban Tewas

Tersangka kasus pembunuhan terhadap bocah perempuan bernama Ani, yang tak lain adalah anak tirinya sendiri, menjalani kegiatan rekonstruksi, Kamis.

Penulis: Rizky Armanda | Editor: Ariestia
Ist
Pria berinisial H (30), tersangka kasus pembunuhan terhadap bocah perempuan bernama Ani, yang tak lain adalah anak tirinya sendiri, menjalani kegiatan rekonstruksi, Kamis (13/8/2020). 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Pria berinisial H (30), tersangka kasus pembunuhan terhadap bocah perempuan bernama Ani, yang tak lain adalah anak tirinya sendiri, menjalani kegiatan rekonstruksi, Kamis (13/8/2020).

Kegiatan rekonstruksi berlokasi di rumah tersangka di Ialan Sidodadi, Kelurahan Perhentian Marpoyan, Kecamatan Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru.

Di rumah itulah tersangka secara sadis menganiaya anak berusia 1,5 tahun yang tak berdosa itu.

Tersangka sendiri sebelumnya sudah ditahan sejak Kamis (4/6/2020) lalu.

Dalam kegiatan rekonstruksi yang turut dihadiri istri tersangka, kejaksaan, dan lain-lain itu, H memperagakan setidaknya 12 adegan.

Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Nandang Mu'min Wijaya melalui Kasat Reskrim Kompol Awaluddin Syam menuturkan, awalnya tersangka hanya akan menjalani 10 adegan.

Disdikpora Kuansing Berencana Ajukan Rekrutmen 400 Tenaga Honorer di Tahun 2021

Namun dari hasil koordinasi dan kesepakatan dengan jaksa penuntut umum (JPU), ada adegan tambahan.

"Awalnya 10 adegan, setelah kesepakatan jadi 12 adegan. Dan terdapat pasal tambahan. Dari awalnya pasal 338 tentang pembunuhan ditambah pasal 340 tentang pembunuhan berencana dengan ancaman seumur hidup," sebut Awaluddin.

Lanjut dia, dari 12 adegan itu, adapun adegan inti penganiayaan yang berujung pada kematian korban, terdapat pada adegan 4 sampai 7.

"Adegan empat, lima, dan enam itu di kamar yaitu tersangka H melakukan pemukulan, mencekik, dan menendang anaknya (korban). Kemudian, adegan ke tujuh anaknya dibawa ke kamar mandi dan dicelupkan ke bak mandi dimana sudah dalam kondisi tak berdaya," urai Kasat Reskrim.

Aksi sadis dan biadab dilakukan tersangka di rumah tempat tinggalnya di Jalan Sidodadi, Kelurahan Perhentian Marpoyan, Kecamatan Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru, Rabu (3/6/2020) dini hari.

Menurut pengakuan istri tersangka, yang tak lain ibu kandung korban bernama Reka (20), ketika itu korban rewel dan menangis.

Tersangka pun tidak suka dengan rewelan korban. Tersangka langsung mengendong korban ke kamar mandi, dan membenamkan korban ke dalam bak mandi. Korban saat itu tetap menangis.

Tersangka yang semakin emosi kembali menenggelamkan korban ke dalam bak mandi. Setelah itu, tersangka membawa korban ke kamar.

Tanpa rasa iba, tersangka membenturkan kepala korban ke dinding kamar. Melihat anaknya diperlakukan seperti itu, istri tersangka mencoba menghentikan perbuatan tersangka.

Namun tersangka tidak menghiraukan, malah memukul wajah istrinya itu. Sembari mengancam agar tidak memberitahukan pada orang lain.

Seakan tak puas menyiksa anak tirinya yang sudah tak berdaya, tersangka menginjak dada korban. Hingga korban akhirnya terdiam, dan tidak bergerak lagi.

Melihat kondisi itu, istri tersangka pun memohon kepada tersangka, untuk membawa korban ke rumah sakit.

Tersangka pun pergi meninggalkan rumah, dengan alasan untuk mencari pinjaman uang untuk biaya pengobatan korban. Ternyata itu hanya alibi tersangka untuk melarikan diri.

Karena tak kunjung kembali, istri tersangka meminta tolong kepada warga sekitar. Beberapa warga, lalu mendatangi rumah tersangka.

Tampak korban telah terbaring dengan kondisi wajah serta tangan kirinya dalam keadaan memar di ruang tamu. Korban diketahui sudah tidak bernyawa lagi.

Beberapa saksi mengaku, sebelumnya memang sempat mendengar ada suara seperti benturan ke dinding. Namun para saksi tidak menghiraukan suara tersebut.

Barulah pada saat melihat kondisi korban, para saksi tahu jika korbanlah yang dibenturkan oleh tersangka ke dinding. Peristiwa itu kemudian dilaporkan kepada Polsek Bukit Raya.

Pasca menerima laporan dan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), tim kepolisian bergerak untuk menangkap tersangka.

Alhasil, tersangka berhasil ditangkap di Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan. Tersangka terpaksa ditembak dibagian kaki, karena melakukan perlawanan saat ditangkap. (Tribunpekanbaru.com/Rizky Armanda)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved