Breaking News:

Indragiri Hilir

Luka Sudah Diobati, Buaya 3 Meter yang Ditangkap Warga Inhil Akhirnya Dilepasliarkan BBKSDA

Berdasarkan hasil pemeriksaan disimpulkan bahwa kondisi luka yang dialami buaya tersebut tidak terlalu parah dan kemungkinan dapat sembuh secara alami

Penulis: T. Muhammad Fadhli | Editor: Ariestia
BidangKSDAwilayah1/Tribunpekanbaru.com
Proses pelepasliaran buaya ke habitat aslinya yang jauh dari pemukiman masyarakat, Rabu (12/8/2020) sekira pukul 04.30 WIB. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, BATANG TUAKA – Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau akhirnya melepas liarkan seekor buaya muara yang ditangkap oleh masyarakat Desa Kuala Sebatu, Kecamatan Batang Tuaka, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil).

Binatang buas yang dilindungi tersebut dilepasliarkan oleh BBKSDA Riau melalui BKSDA Wilayah 1 ke habitatnya yang jauh dari pemukiman penduduk, Rabu (12/8/2020) sekira pukul 04.30 WIB.

Kondisi satwa buaya saat diserahkan terdapat luka di bagian leher kanan dan kiri serta perutnya, sehingga terhadap satwa tersebut dilakukan pemeriksaan fisik dan pengobatan luka.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, disimpulkan bahwa kondisi luka yang dialami buaya tersebut tidak terlalu parah dan kemungkinan dapat sembuh secara alami.

Tim bersama warga dan Kapolsek melakukan evakuasi dari lokasi penangkapan yang dilangsir dengan wadah keranjang menggunakan sepeda motor.
Tim bersama warga dan Kapolsek melakukan evakuasi dari lokasi penangkapan yang dilangsir dengan wadah keranjang menggunakan sepeda motor. (BidangKSDAwilayah1/Tribunpekanbaru.com)

Kepala Bidang KSDA wilayah 1, BBKSDA Riau, Hansen Siregar menuturkan, selasa (11/8) sekitar pukul 07.00 WIB, BBKSDA Riau mendapat laporan dari Kapolsek Kecamatan Batang Tuaka, Kabupaten Inhil bahwa ada seekor Buaya muara ditangkap oleh masyarakat Desa Kuala Sebatu, Kecamatan Batang Tuaka, Kabupaten Inhil.

“Laporan segera direspon dengan menurunkan tim evakuasi satwa Balai Besar KSDA Riau. Tim berangkat menuju lokasi dipimpin Kepala Resort, Zulkifli,” ungkap Hansen kepada Tribun Pekanbaru, Kamis (13/8).

Setibanya Tim di lokasi, tim evakuasi langsung berkoordinasi dengan Kapolsek Batang Tuaka untuk selanjutnya berangkat bersama ke lokasi Desa Kuala Sebatu dengan menempuh perjalanan sekitar 1,5 jam melalui jalur darat.

Selanjutnya tim bersama warga dan Kapolsek melakukan evakuasi dari lokasi penangkapan yang dilangsir dengan wadah keranjang menggunakan sepeda motor.

“Buaya tersebut dipindahkan ke kendaraan roda 4 untuk kemudian dibawa ke Kantor Bidang KSDA Wilayah I Rengat,” tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, ditambahkan Hansen, Tim Balai Besar KSDA Riau bersama Kapolsek Batang Tuaka melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak melakukan penangkapan tanpa didampingi petugas ataupun aparat keamanan.

“Kita juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan tindakan anarkis terhadap satwa yang di lindungi oleh undang – undang tersebut,” ucap Hansen.

Untuk diketahui, berdasarkan keterangan Ketua RT parit 18, Desa Kuala Sebatu, Hasanudin, buaya muara (Crocodylus Porosus) dengan ukuran panjang sekitar 3 meter tersebut sudah satu bulan muncul di parit 18 dan pernah menyerang masyarakat.

Masyarakat yang resah dengan hal tersebut, sepakat untuk menangkap satwa menggunakan pawang buaya.

Senin (10/8) sekitar pukul 21.00 WIB, buaya dapat ditangkap oleh masyarakat dan langsung di laporkan kepada petugas Polsek Batang Tuaka.(Tribunpekanbaru.com/T. Muhammad Fadhli).

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved