Breaking News:

Penghinaan Nabi Muhammad di Facebook, Umat Muslim di India Bereaksi, Kerusuhan Pecah di Bengaluru

Kerusuhan pecah di kota Bengaluru, India selatan, India sebagai reaksi atas sebuah postingan penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW.

MANJUNATH KIRAN / AFP
Polisi berjalan melewati kendaraan yang terbakar di Bangalore pada 12 Agustus 2020, setelah kekerasan meletus semalam di daerah Devara Jevana Halli menyusul postingan Facebook yang "menghina" tentang Nabi Muhammad yang memicu kerusuhan. 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Kerusuhan pecah di kota Bengaluru, India selatan, India sebagai reaksi atas sebuah postingan penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW.

Setidaknya tiga orang tewas setelah pengunjuk rasBengalurua bentrok dengan polisi.

Reaksi publik tersebut dilakukan atas unggahan media sosial yang provokatif tentang Nabi Muhammad, kata polisi kepada kantor berita Reuters seperti Tribunpekanbaru.com lansir dari situs berita Aljazeera, Kamis (13/8/2020).

Postingan Facebook yang menyinggung Muslim memicu protes di pusat teknologi India pada Selasa malam di mana sebuah kantor polisi diserang, dan rumah serta kendaraan seorang politisi dibakar.

"Situasinya terkendali," kata Kepolisian Kota Bengaluru di Twitter, menambahkan bahwa polisi menembakkan peluru tajam untuk membubarkan massa setelah menggunakan gas air mata dan pentungan.

Polisi melihat kendaraan polisi yang terbakar di daerah sensitif di Bangalore pada 12 Agustus 2020, setelah kekerasan meletus di daerah Devara Jevana Halli menyusul posting Facebook yang
Polisi melihat kendaraan polisi yang terbakar di daerah sensitif di Bangalore pada 12 Agustus 2020, setelah kekerasan meletus di daerah Devara Jevana Halli menyusul posting Facebook yang "menghina" Nabi Muhammad SAW, yang memicu kerusuhan. Dua orang tewas setelah posting Facebook yang "menghina" tentang Nabi Muhammad memicu kerusuhan di pusat TI India, Bangalore, yang menyebabkan bentrokan antara polisi dan ribuan pengunjuk rasa. (MANJUNATH KIRAN / AFP)

"Meski sesepuh masyarakat berusaha menenangkan massa, massa membakar kendaraan di jalan, mereka menyerang kantor polisi," kata Komisaris Polisi Kamal Pant.

Massa berkumpul di luar rumah seorang politisi lokal yang kerabatnya dituduh membuat postingan menghina Nabi Muhammad, nabi besar umat Islam.

"Polisi tidak berhasil melarikan diri dan mereka terpaksa menembak dan tiga orang tewas," kata Kamal Pant.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa 110 orang telah ditangkap karena dituduh melakukan perusakan dan menyerang polisi.

Seorang pejabat polisi mengatakan undang-undang darurat yang melarang pertemuan telah diberlakukan di Bengaluru, kota berpenduduk 12 juta orang yang paling dikenal sebagai Lembah Silikon India.

Halaman
12
Editor: Ilham Yafiz
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved