Breaking News:

Catatan Muhammad Herwan

Balada Jelata Dihantam Corona, Jatuh dan Tertimpa Tangga

Virus Corona membuat rakyat kecil terjepit. Kondisi makin parah ketika penguasa dan negara memberlakukan aturan yang berdampak sanksi bagi mereka

Tribunpekanbaru.com
Ilustrasi Virus Corona 

Pun demikian dengan tidak intensifnya tindakan promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif, agar penularan Covid -19 dapat dikendalikan dan diatasi.

Sepatutnya pada pemberlakuan tatanan kehidupan baru (Era New Normal) ini, yang berwenang dan berkompeten memberikan informasi dan petunjuk secara masif dan terus menerus kepada masyarakat tentang upaya promotif dan preventif yang benar, seperti cara menjaga dan meningkatkan imunitas tubuh, mencuci tangan yang baik, serta jaga jarak dengan orang lain dan memakai masker, maupun protokol kesehatan Covid -19.

Inilah satu lagi bentuk kegagalan kebijakan yang dijalankan negara dan negeri dalam penanganan pandemi Covid -19.

Tatanan Hidup Baru (Era New Normal) dengan protokol kesehatan Covid -19 yang sedemikian rupa, patutnya dijadikan dan dilakukan rakyat sebagai suatu kebiasaan baru dalam kehidupan dan beraktivitas sosial keseharian.

Apatah lagi dengan belum ditemukannya vaksin yang secara ilmiah dan klinis telah teruji untuk mengatasi Virus Corona, sehingga tidak terjadi ”ledakan fantastis” kasus terkonfirmasi positif Covid -19 seperti yang terjadi pada dua bulan terakhir (Juli dan Agustus 2020).

Bahkan sampai saat inipun, kebijakan pemerintah untuk melakukan tindakan Test Swab Massal masih sangat lamban jika tidak dikatakan sebagai tambahan kegagalan lainnya.

Padahal, keberhasilan di beberapa negara dalam menangani pandemi Covid -19 di saat awal kasus ini merebak maupun pada serangan gelombang kedua, seharusnya sudah dapat dijadikan rujukan untuk menangani dan mengendalikan pandemi Covid Covid -19 di negara dan negeri ini.

Benang merah dari keberhasilan negara-negara tersebut adalah melakukan tes swab (PCR) secara massal, pembatasan aktivitas publik dan lokalisir daerah (PSBB lokal) serta isolasi kasus.

Antara lain seperti Selandia Baru menerapkan melakukan deteksi atau tes massal kemudian isolasi kasus, karantina, kampanye kebersihan massal dan menyediakan fasilitas kebersihan di ruang publik, serta menutup ruang-ruang publik.

Taiwan berhasil melakukan contact tracing yang cukup agresif sambil menerapkan karantina dan mengisolasi masyarakat yang mengeluhkan gejala.

Halaman
1234
Penulis: aries
Editor: rinalsagita
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved