Breaking News:

Kampar

Karyawan PT PEU Demo Sampaikan 16 Tuntutan, Dirikan Tenda dan Menginap Depan Kantor Bupati Kampar 

Ratusan pekerja PT Padasa Enam Utama (PEU) bertahan memperjuangkan haknya dengan menginap di sekitar area Kantor Bupati Kampar.

Istimewa
Suasana aksi para pekerja PT PEU di Kantor DPRD Kampar 

TRIBUNPEKANBARU.COM, BANGKINANG - Ratusan pekerja PT Padasa Enam Utama (PEU) bertahan memperjuangkan haknya dengan menginap di sekitar area Kantor Bupati Kampar.

Aksi ini dilakukan para pekerja ini sejak, Jumat (14/8) hingga hari ini, Minggu (16/8/2020).

Para pekerja ini bertahan menginap dengan menggunakan tenda di depan Kantor Bupati Kampar agar hak mereka sebagai pekerja diakomodir perusahaan.

Hujan yang melanda Bangkinang kemarin tidak menyurutkan upaya para pekerja untuk memperjuangkan aspirasinya.

Sebelumnya pada Jumat (14/8) ratusan buruh PT Padasa Enam Utama Kokar, yang tergabung dalam Federasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia ( FSBSI) Kabupaten Kampar, menggelar aksi demo.

Kali ini aksi demo tersebut dilakukan di depan Kantor Bupati Kampar.

Ada 16 tuntutan yang di sampaikan dalam aksi tersebut.

Tuntutan buruh kepada PT PEU Kokar antaranya meminta kepada pihak perusahaan agar memberikan Aat Pelindung Diri (APD) kepada Karyawan, alat kerja, ambulance yang layak, bus sekolah yang layak.

Selain itu pekerja juga meminta untuk perusahaan berupaya menaikan harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit atau upah premi panen dari 40 perak menjadi 70 Perak.

Rombongan demonstran ini juga meminta agar perusahaan memensiunkan pekerja yang sudah berumur 55 Tahun, berikan hak atau bayarkan uang pensiun.

Tak hanya itu para pekerja juga meminta perusahaan mau bersama membentuk segera Perjanjian Pengusaha dan Pekerja (PKB).

Selain itu juga para pekerja meminta agar diberikan hak perempuan selama masa haid dan sebagaimana telah diatur dalam UU selama 2 hari setiap bulan dan wajib dibayar gajinya dan sejumlah poin lainnya.

Ketua DPC FSBSI Kabupaten Kampar, Kormaida yang menjadi kordinator aksi berharap sebagai anak bangsa ia meminta DPRD panggil Perusahaan Padasa Enam Kokar tersebut.

"Apa yang kami sampaikan ini merupakan hak – hak para buruh, kami tidak mau hal ini belarut-larut, jadi jika persoalan ini tidak selesai maka akan tetap bertahan disini," ungkapnya. (*).

Penulis: Ikhwanul Rubby
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved