Breaking News:

Pilkada Serentak 2020 di Riau

Tak Netral Saat Pilkada Bengkalis 2020, ASN Pemkab Bengkalis Disanksi Hukuman Disiplin, Ini Orangnya

Rekomendasi yang dikeluarkan KASN ini pada dasarnya merupakan tindaklanjut dari proses penanganan pelanggaran netralitas ASN yang sebelumnya

Penulis: Muhammad Natsir | Editor: Nolpitos Hendri
Tribun Pekanbaru/Ilustrasi/Nolpitos Hendri
Tak Netral Saat Pilkada Bengkalis 2020, ASN Pemkab Bengkalis Disanksi Hukuman Disiplin, Ini Orangnya 

TRIBUNPEKANBARU.COM, BENGKALIS - Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) Republik Indonesia, akhirnya mengeluarkan rekomendasi berupa sanksi hukuman terhadap Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Bengkalis.

ASN yang dimaskud tersebut diduga telah melakukan pelanggaran netralitas ASN pada Pilkada Bengkalis 2020, yang mana kasusnya sebelum ini sempat ditangani Bawaslu Bengkalis.

Hal ini diungkap Ketua Bawaslu Bengkalis Mukhlasin, Rabu (19/8) siang.

Menurut dia, tembusan surat rekomendasi dari KASN tersebut diterimanya pada Selasa sore kemarin.

Dalam rekomendasi tertanggal 4 Agustus ini, KASN telah menyurati Bupati Bengkalis selaku Pejabat Pembina Kepegawaian di daerah untuk memberikan sanksi kepada ASN yang terbukti telah melakukan pelanggaran kode etik serta netralitas ASN ini.

Sanksi berupa hukuman disiplin yang direkomendasikan KASN kepada ASN dalam tahapan pemilihan bupati dan wakil bupati Bengkalis pada Pilkada Serentak 2020.

Pelaksanaan pemberian sanksi diserahkan kepada Bupati Bengkalis selaku Pejabat Pembina Kepegawaian dengan tetap mengacu kepada Peraturan Pemerintah Nomor 53 tahun 2020 tentang Disiplin PNS serta ketentuan peraturan perundang undangan lainnya.

Mukhlasin mengatakan, rekomendasi yang dikeluarkan KASN kepada ASN di lingkungan Pemerintah Bengkalis tersebut, berawal dari laporan terhadap dugaan pelanggaran netralitas ASN yang diterima dan ditangani Bawaslu Bengkalis sebelum ini.

Hingga akhirnya Bawaslu Bengkalis meneruskan laporan dugaan pelanggarannya kepada KASN, yakni dalam hal Penerusan Pelanggaran Hukum Lainnya dan Kajian Dugaan Pelanggaran pada 3 Juli 2020 yang lalu.

“Rekomendasi yang dikeluarkan KASN ini pada dasarnya merupakan tindaklanjut dari proses penanganan pelanggaran netralitas ASN yang sebelumnya kita tangani,” terang Mantan Ketua Panwaslu Kecamatan Bantan ini.

Dengan keluarnya rekomendasi dari KASN, pihaknya berharap agar Bupati Bengkalis selaku Pejabat Pembina Kepegawaian dapat menindaklanjuti rekomendasi tersebut dengan sebaik baiknya.

Bahkan dirinya juga kembali menegaskan dan mengingatkan agar ASN di Kabupaten Bengkalis tetap menjaga disiplin maupun kode etik sebagai ASN serta bersikap netral pada pelaksanaan Pilkada Bengkalis yang akan dilaksanakan secara serentak 9 Desember 2020 mendatang. (Tribunpekanbaru.com/Muhammad Natsir)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved