Breaking News:

Catatan Muhammad Herwan

Menimbang Hakikat Melayu dalam Pariwisata Riau

Riau adalah tanah Melayu. Di negeri ini, agama Islam menjadi referensi dari kebudayaan.

tribunpekanbaru.com
Riau Homeland of Melayu 

Riau harus bisa menjual pariwisata yang berbeda dengan daerah tujuan wisata di Indonesia yang selama ini telah berhasil mengumpulkan devisa sebagai sumber pendanaan pembangunan andalan.

Pariwisata yang ditawarkan hendaklah memiliki “Daya Tarik” (Keunggulan Komparatif) dan “Daya Saing” (Keunggulan Kompetitif) serta “Daya Ungkit” (Value Added).

Apatah lagi jika untuk menjadikan Riau sebagai daerah tujuan wisata dunia.

Inilah antara lain maksud dan tujuan dari penetapan tag line "Riau The Homeland of Melayu".

Yakni sebagai branding dan strategi untuk mengkampanyekan dan mempromosikan pariwisata Riau dengan tujuan akhir meningkatkan daya saing pariwisata, meningkatkan kunjungan wisatawan, serta meningkatkan perekonomian masyarakat Riau.

Sebenarnya, dalam proses penetapan pilihan tag line tersebut, terdapat beberapa alternatif, antara ”Riau The Soul of Melayu”, “Riau Truly Melayu”, “Riau The Heart of Melayu”, dan “Riau The Centre of Melayu”,

Namun setelah melalui diskusi terbatas dan pertimbangan yang sedemikian rupa, akhirnya dipilih dan ditetapkanlah “Riau The Homeland of Melayu”.

Sebagaimana kita mafhum bahwa sebagai satu dari strategi pemasaran, tujuan suatu branding adalah untuk menghasilkan sesuatu yang unik dan menarik.

Persembahan yang memenuhi rasional dan kebutuhan emosional pelanggan dengan cara yang lebih baik daripada kompetisi, sesuatu yang familiar untuk selalu di ingat dan jadi pilihan utama terhadap produk dan jasa yang ditawarkan.

Peluang pengembangan pariwisata masih terbuka lebar.

Halaman
1234
Editor: rinalsagita
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved