Breaking News:

Makin Panas Guys, China Tebar Ancaman, Bakal Boikot Apple Jika Amerika Larang WeChat

Presiden AS Donald Trump pada bulan ini mengumumkan larangan mulai pertengahan September penggunaan WeChat dan aplikasi milik China lainnya, TikTok

Editor: Nurul Qomariah
Internet
Ilustrasi 

TRIBUNPEKANBARU.COM, BEIJING - China dan Amerika Serikat (AS) saling tebar ancaman.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China memperingatkan konsumen China dapat memboikot Apple jika Amerika Serikat melarang WeChat.

Melansir Bangkok Post, Presiden AS Donald Trump pada bulan ini mengumumkan larangan mulai pertengahan September penggunaan WeChat dan aplikasi milik China lainnya, TikTok.

Alasannya, AS menuduh mereka mengancam keamanan nasional, yang semakin memicu ketegangan antara Beijing dan Washington.

Edarkan Sabu-sabu dan Bikin Resah di Kampar, Warga Pekanbaru Diciduk Aparat Kepolisian

Bak Film Aksi,Polisi Kejar-kejaran dengan Pengedar Sabu-sabu,Tak Tanggung-tanggung 4 Pelaku Dibekuk

Muntah Darah Mendadak ke Rumah Sakit, PM Jepang Shinzo Abe Resmi Mundur, Apa Penyakitnya?

Namun juru bicara kementerian luar negeri Zhao Lijian menuliskan tweet; "Jika WeChat dilarang, maka tidak akan ada alasan mengapa konsumen China menyimpan produk iPhone dan Apple."

Bangkok Post pada hari Jumat (28/8/2020) memberitakan, Zhao mengatakan banyak konsumen China mengatakan mereka mungkin berhenti menggunakan iPhone jika WeChat dilarang di Amerika Serikat.

Selain itu, Beijing juga menuduh AS melakukan penindasan ekonomi sistematis terhadap perusahaan non-AS dengan menargetkan aplikasi China.

Komentar tersebut menandai referensi langsung yang langka oleh Beijing untuk memboikot produk Amerika dan muncul ketika kedua negara bersaing di berbagai bidang termasuk aktivitas militer di Laut China Selatan, Hong Kong dan penanganan virus corona.

Pengguna media sosial Tiongkok pada hari Jumat menanggapi hal tersebut dengan beragam.

"Saya menggunakan Apple, tapi saya juga mencintai negara saya. Ini bukan konflik," demikian kata salah satu pengguna di platform Weibo mirip Twitter.

"Tidak peduli seberapa bagus Apple, itu hanya telepon. Bisa diganti, tapi WeChat berbeda," bantah pengguna lain.

"Orang China modern akan kehilangan jiwa mereka jika meninggalkan WeChat, terutama para pebisnis."

WeChat, yang dikenal di daratan China sebagai Weixin, memiliki lebih dari 1,2 miliar pengguna aktif.

Perintah eksekutif Trump terhadap WeChat memaksa platform tersebut untuk mengakhiri semua operasi di Amerika Serikat dan melarang warga Amerika melakukan bisnis dengannya.

Menurut data Counterpoint Research, Apple menyumbang 8% dari pasar ponsel pintar China pada kuartal kedua tahun 2020, jauh di belakang Huawei.

( Sumber: kontan.co.id )

Sumber: Kontan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved