Breaking News:

Anda Mau Masuk Riau, WAJIB Miliki Bukti sudah Menjalani Swab Test, Antisipasi Penyebaran Covid-19

"Jadi kalau ada bukti Swab Test ini kita juga bisa memastikan pendatang yang masuk ke Riau aman dari penularan Covid-19.

Penulis: Syaiful Misgio | Editor: Nolpitos Hendri
Tribun Pekanbaru/Ilustrasi/Nolpitos Hendri
Anda Mau Masuk Riau, WAJIB Miliki Bukti sudah Menjalani Swab Test, Antisipasi Penyebaran Covid-19 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau kembali memperketat orang masuk ke Riau.

Termasuk warga Riau yang habis berkunjung dari luar Riau, khususnya daerah terangkit Covid-19 dan kembali masuk ke Riau.

Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar, Selasa (1/9/2020) menegaskan, setiap pendatang yang akan masuk ke Riau wajib memiliki bukti Swab Test.

Surat hasil Swab Test tersebut ditunjukkan kepada petugas yang melakukan pemeriksaan di sejumlah titik masuk ke Riau.

Kebijakan ini terpaksa diambil menyusul semakin meningkatnya kasus pasien positif Covid-19 yang sudah mencapai 1.925.

"Jadi kalau ada bukti Swab Test ini kita juga bisa memastikan pendatang yang masuk ke Riau aman dari penularan Covid-19.

Termasuk warga kita yang baru pulang dari daerah luar Riau yang juga harus melakukan tes Swab Test setelah masuk ke Riau," katanya.

Syamsuar menegaskan, pengetatan orang masuk ke Riau bukan bermaksud untuk mempersulit warga masuk ke Riau dan keluar dari Riau.

Namun sesuai dengan komitmen Riau dalam menangani wabah Covid-19 di Riau yang saat ini juga akan menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Mikro (PSBM) di tingkat kecamatan yang masuk dalam zona merah.

"Sebelumnya kita bersama bupati dan walikota se Riau sudah menyepakati untuk melakukan PSBB kecil di tingkat kecamatan.

Khususnya di kecamayan yang banyak ditemukan penyebaran Covid-19.

Untuk itu juga kita iringi dengan persyaratan Swab Test bagi Pendatang, sehingga PSBB berskala kecil ini juga bisa maksimal," ujarnya.

Gubri Syamsuar mengungkapkan, bukti Swab Test bagi pendatang tersebut ia juga sudah mengkoordinasikan dengan seluruh pemerintah daerah se Riau.

Pengetatan orang masuk dan keluar Riau ini bisa menekan angka penambahan penyebaran dimasing-masing daerah.

"Ini harus segera kita tangani dengan maksimal, karena wabah Covid-19 ini sudah banyak berdampak pada pelayanan dan ekonomi masyarakat.

Termasuk kapasitas pelayanan kesehatan yang dikwatirkan kekurangan karena terus mengalami peningkatan," ucap Syamsuar.

Seperti diketahui, Selasa (1/9/2020) terdapat penambahan 78 kasus baru pasien positif Covid-19.

Dengan adanya penambahan 78 kasus ini, maka total kasus positif Covid-19 di Riau nyaris menyentuh angka 2 ribu yakni 1.925 kasus.

Jika dibandingkan dengan sehari sebelumnya terjadi penurunan penambahan kasus, Senin (31/8/2020) kemarin terdapat penambahan 107 kasus. (Tribunpekanbaru.com/Syaiful Misgiono)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved