Breaking News:

Pelalawan

Tim Gabungan Gelar Razia Cafe Remang-remang di Pangkalan Kerinci, Amankan 10 Pelayan Hingga Speaker

Setelah didata para pelayan cafe yang berpakaian minim itu berasal dari Pekanbaru, Aceh, Lampung, Selat Panjang, dan Jawa Tengah.

Penulis: johanes | Editor: CandraDani
Tribunpekabaru.com/Johannes Wowor Tanjung
Tim gabungan Satpol PP, Polres Pelalawan, Polsek Pangkalan Kerinci, Camat Pangkalan Kerinci memberikan penjelasan kepada media atas hasil razia cafe remang-remang pada Kamis (3/9/2020) subuh. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PANGKALAN KERINCI- Tim gabungan menggelar razia ke cafe remang-remang di seputar Kecamatan Pangkalan Kerinci Kabupaten Pelalawan Riau pada Rabu (2/9/2020) malam hingga Kamis (3/9/2020) subuh.

Tim gabungan mengerahkan 100 personil dari berbagai instansi yakni Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), TNI, Polres Pelalawan, Polsek Pangkalan Kerinci, Pemerintah Kecamatan Pangkalan Kerinci, serta Pemerintah Kelurahan Kerinci Timur.

Personil gabungan bergerak dari markas Satpol PP sekitar pukul 23.00 wib menyasar dua cafe remang-remang yang beroperasi.

Seorang Pengedar Narkoba di Sorek Diringkus, Satres Narkoba Polres Pelalawan Sita 58 Paket Sabu-sabu

"Kita melakukan cipta kondisi di Cafe Combur-combur milik Artabo Nuar Mahmud. Satu lagi Cafe Kilo 2 milik Sabarina," tutur Kepala Satpol PP Pelalawan, Abu Bakar FE, kepada tribunpekanbaru.com, Kamis (3/9/2020) saat memberikan keterangan pers di aula Satpol PP.

Personil gabungan menyambangi Cafe Combur-combur di Jalan Lingkar Timur Pangkalan Kerinci dan mendapati banyak pelayan wanita serta pengunjung.

Mereka meminum Minuman Keras (Miras) dengan musik disko yang suaranya berdentum keras. Selanjutnya petugas mengamankan pelayan, pengunjung, serta barang bukti miras dan perangkat musik.

Tak Ada Kontak Erat & Riwayat Perjalanan, Pasien Covid-19 yang Meninggal di Pelalawan Pedagang Pasar

Selanjutnya, personil me razia cafe Kilo 2 di Jalan Koridor RAPP yang tepat ditepi jalan.

Sama halnya di cafe sebelumnya, petugas menyita barang bukti dan mengangkut pelayan berpakaian seksi maupun pengunjung cafe. Para pelayan, pengunjung cafe dan barang bukti lainnya diangkut ke markas Satpol PP untuk diproses.

"Mereka melanggar Peraturan Daerah (Perda) tentang Ketentraman dan Ketertiban Umum (Trantibum). Operasi selesai sekitar pukul 01.30 wib," tambah Abu Bakar.

Setelah didata para pelayan cafe yang berpakaian minim itu berasal dari Pekanbaru, Aceh, Lampung, Selat Panjang, dan Jawa Tengah. Sedangkan barang bukti yang disita petugas yakni puluhan botol miras jenis bir, minuman jenis tuak, televisi, speaker besar, amplifier, serta peralatan lainnya.

Gawat, Pasien Positif Covid-19 di Pelalawan Tambah 31 Total Jadi 72 Orang, Begini Penjelasan Diskes

Camat Pangkalan Kerinci, Dodi Asma Saputra menjelaskan, razia ini dilakukan berkat banyaknya laporan dari masyarakat yang resah dengan aktivitas cafe tersebut.

Disamping diduga sebagai tempat maksiat, musik diputar dengan kencang hingga subuh hari dan miras diperjualbelikan secara bebas di tempat itu. Alhasil warga setempat yang ingin beristirahat pada malam hari terganggu dengan aktivitas yang melanggar Perda itu.

"Kita akan mengevaluasi izin-izin tempat usaha itu. Jika benar ada penyalahgunaan dari izin yang kami keluarkan, akan kami cabut izinnya," terang Camat Dodi.

Pihaknya juga akan merekomendasikan ke Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) agar mengevakuasi izin-izin yang dimiliki para pelaku usaha itu. Sebagai efek jera kepada pelanggar Perda yang selama ini merasa bebas dengan aktivitasnya.

Bertambah Satu, Sebanyak 43 Warga Pelalawan Terinfeksi Covid-19 Per 1 September, Pasien Sembuh Nihil

Kabag OPS Polres Pelalawan, Kompol Daud Sianturi menyebutkan, saat ini masa pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang masih mengancam warga.

Seharusnya hiburan malam seperti cafe remang-remang mengurangi operasionalnya, apalagi sampai mengganggu trantibum di tengah masyarakat.

"Sekarang juga telah memasuki tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Makanya kita harus menggelar cipta kondisi," tandas Kompol Daud.

Setelah menandatangani surat pernyataan tidak mengulangi perbuatan serupa, 10 orang pelayan dan tamu itu dipulangkan dari kantor Satpol PP.

Selanjutnya penyidik PPNS Satpol akan memanggil para pemilik Cafe Combur-combur milik Artabo Nuar Mahmud dan Cafe Kilo 2 milik Sabarina, untuk diperiksa dan dimintai keterangan serta meneken surat pernyataan. (Tribunpekabaru.com/Johannes Wowor Tanjung)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved