Breaking News:

Pilkada Serentak 2020 di Riau

Pantau Berita Hoax di Medsos, Polres Pelalawan Turunkan 2/3 Kekuatan Untuk Amankan Pilkada Serentak

Operasi Mantap Praja (OMP) Lancang Kuning tahun 2020 digelar dalam rangka mengkodusifkan prosesi Pilkada yang saat ini tahapannya mulai berjalan.

Penulis: johanes | Editor: CandraDani
Istimewa
Gelar pasukan Operasi Mantap Praja di Mapolres Pelalawan dalam rangka pengamanan Pilkada serentak tahun 2020, Selasa (8/9/2020) (ist) 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PANGKALAN KERINCI- Polres Pelalawan Riau akan memantau penyebaran hoax atau kabar bohong di Media Sosial (Medsos) selama pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2020.

Hal itu disampaikan Kapolres Pelalawan, AKBP Indra Wijatmiko SIK, usai memimpin gelar pasukan Operasi Mantap Praja (OMP) Lancang Kuning tahun 2020. Operasi ini digelar dalam rangka mengkodusifkan prosesi Pilkada yang saat ini tahapannya mulai berjalan.

OMP diikuti oleh personil gabungan penanganan Pilkada seperti Polres Pelalawan dan jajarannya, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), hingga TNI. Perwakilan unsur Forkopimda juga turut hadir serta Bawaslu dan Komisi Pemilihan Umum (KPU).

3 ASN di Pelalawan Terlibat Politik, Bawaslu Laporkan ke KASN

Dalam apel gelar pasukan OMP di halaman mapolres, Kapolres Indra didampingi Wakil Bupati Zardewan dan perwakilan Forkopimda melakukan peninjauan kesiapsiagaan personil maupun sarana dan prasarana (Sarpras) yang digunakan. Satu persatu kendaraan diperiksa serta personil yang mengemudikannya. Serta pemasangan pita tanda dimulainya operasi pengamanan pesta demokrasi tersebut.

Kapolres Indra Wijatmiko menyebutkan, pihaknya bertanggungjawab untuk mengamankan perjalanan pesta demokrasi sekali dalam lima tahun itu. Agar situasi lebih kondusif dan tahapan Pilkada berjalan dengan lancar.

"Aman, kondusif, tertib. Itu saja. Karena Kamtibmas di tangan kita," terang Kapolres Indra, kepada media usai gelar pasukan, Selasa (8/9/2020).

BREAKING NEWS: 350 Personil Satpol PP, Damkar Serta BPBD Pelalawan Jalani Swab Massal

Indra menyoroti berita-berita yang disebar melalui Media Sosial (Medsos), khususnya penyebaran hoax atau berita bohong selama masa Pilkada. Pasalnya, berita yang tidak betul jika menyebar ke masyarakat sangat berbahaya akibatnya. Ia mengimbau masyarakat agar tidak percaya dengan isu yang tidak benar dan diprovokasi melalui hal-hal yang tidak benar.

Selain itu, pihaknya akan memantau adanya pelanggaran-pelanggaran Pilkada yang dilakukan oleh oknum-oknum selama kontestasi Pilkada. Penanganannya akan dilakukan oleh instansi gabungan yang wadahnya bernama Gakkumdu. Tim khusus ini akan memproses pelanggaran sesuai dengan aturan dan perundang-undangan yang berlaku.

Bupati Harris Jadi Ketua Tim Pemenangan Bapaslon Adi Sukemi-Rais, Begini Kata Bawaslu Pelalawan

"Untuk para pemain (Paslon), saya minta ikuti aturan yang ada. Norma-normanya sudah jelas. Jangan ikuti yang tidak benar," tandasnya.

Personil gabungan yang terjunkan dalam pengamanan Pilkada sebanyak 500 lebih atau 2/3 dari kekuatan yang ada. Ditambah lagi dengan 150 BKO Polda Riau, satu pleton TNI, dan satu pleton Brimob. Semua petugas akan disebar ke titik-titik yang ditetapkan serta lokasi pengamanan yang paling vital. (Tribunpekanbaru.com/Johannes Wowor Tanjung)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved