Breaking News:

Siak

Manisnya Hasil Semangka di Teluk Salak Siak, Tarmidji Hasilkan Omzet Rp 250 Juta Sekali Panen

Dari 1 Ha panen, Tarmdji mampu menghasilkan omzet Rp 250 juta. Sementara semangka ini bisa 4 kali panen dalam setahun.

Penulis: Mayonal Putra | Editor: CandraDani
Tribunpekanbaru.com/Mayonal
Termidji, petani semangka di Teluk Salak mengajak Bupati Siak Alfedri berswafoto saat panen, Selasa (8/9/2020) 

TRIBUNPEKANBARU.COM, SIAK - Petani di dusun Teluk Salak, kampung Koto Ringin, kecamatan Mempura, kabupaten Siak telah merasakan manisnya semangka yang mereka tanam. Selain manis pada buah, juga manis pada penghasilan.

Tarmidji, seorang petani semangka di dusun itu telah melakukan panen. Lahan semangka miliknya tidak lebih 2 Ha. Dari 1 Ha panen, ia mampu menghasilkan omzet Rp 250 juta. Sementara semangka ini bisa 4 kali panen dalam setahun.

"Awalnya tidak ada yang menyangka kita bisa menanam semangka dengan produksi buah yang super, dan keuntungan yang besar. Setelah kita mencoba panen, baru semua tahu, bahwa semangka lebih untung dari sawit," kata dia, Rabu (9/9/2020).

Sekdakab Siak Dilantik, Ingatkan ASN Netral pada Pilkada Siak 2020 hingga Banjir Ucapan Selamat

Ia menerangkan, dalam 1 hektar semangka yang terawat mampu menghasilkan 20 ton buah. Dalam setahun, panen bisa sebanyak 4 kali. Pada saat ini harga semangka Rp5000/ Kg.

"Saya merasakan bertani semanga ini sangat menjanjikan, di mana dalam satu hektar sekali saya dapat omset sekitar Rp 250 juta,padahal dalam setahun mampu empat kali panen.Ini harus ditingkatkan dan kami harus dibantu," kata dia.

Tarmidji bertekad mengajak masyarakat di sekitar rumahnya untuk bertanam semangka. Sebab, semakin banyak dan semakin luas kebun semangka di Teluk Salak akan semakin baik. Pemasaran bisa dilakukan dalam bentuk lebih besar dan menjangkau banyak tempat. Selain itu, brand bisa dipopulerkan.

Pakai Masker dan Sarung Tangan, Bupati Siak Alfedri Lantik Arfan Usman Jadi Sekda

"Produk hilirisasinya juga diperbanyak dan dibranding. Mungkin dalam hal ini pemerintah perlu membantu kami," kata dia.

Kendala dalam kondisi bertani adalah kurangnya alat berani yang bermesin. Seperti hand tractor atau tractor. Sebab selama ini pihaknya mengarap lahan masih mengunakan cangkul.

"Kami mohon dibantu mesin untuk menghaluskan tanah, ke depan lahan akan bertambah luas, hasil pun meningkat," kata dia.

Ia angat berharap Bupati Siak Alfedri berkenan membantu alat pertanian. 

Penyidikan Kasus Kebakaran Lahan PT BMI di Siak, 5 Karyawannya Sudah Diperiksa Polisi

"Selama ini kami menggarap lahan secara manual,sehingga lama dan kurang maksimal. Dengan alat pertanian semisal hand tractor waktu menggarap lahan jadi cepat dan produksi meningkat," harapnya.

Luas lahan panen semangka di kawasan ini mencapai 120 hektar, dengan produksinya mencapai 20 ton per hektar. Semangka ini dipasarkan ke beberapa daerah di Provinsi Riau,juga Sumatra Barat.

Bupati Siak Alfedri saat ini tengah menggalakkan budidaya tanaman semangka. Sentra semangka tersebar di beberapa kecamatan seperti Tualang,Mempura,dan Sungai Apit.

Anggota DPRD Siak Indra Gunawan Kembali Diperiksa Jaksa Terkait Dugaan Tipikor di BKD Siak

"Keluhan petani sudah kami catat, insyaallah kami akan membantu peralatannya sehingga mereka dapat lebih maksimal," kata dia. (Tribunpekanbaru.com/mayonal putra)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved