Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Video Berita

VIDEO: LPPM Unri Bimbing Desa Sintajo Hingga Terbuka Terima Kunjungan Wisata

Yohannes mengatakan, kerjasama tersebut dimulai sejak 2018 lalu, saat warga di sana belum biasa menerima kunjungan wisatawan

Penulis: Alex | Editor: aidil wardi

TRIBUNPEKANBARU.COM - Memasuki tahun ketiga, LPPM Universitas Riau (Unri) melanjutkan kerjasama dalam memajukan pariwisata Desa Koto Sentajo, Kecamatan Sentajo Raya, Kabupaten Kuantan Singingi.

Ketua Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Desa Binaan Unri, Yohannes mengatakan, kerjasama tersebut dimulai sejak 2018 lalu, saat warga di sana awalnya masih belum bisa dan belum biasa menerima kunjungan wisatawan, hingga mereka sangat siap saat ini.

"Tahun pertama kita lakukan identifikasi potensi, dan jalin kerjasama.

Tahun kedua, kita mulai cari program generic income, kegiatan yang menghasilkan uang bagi warga di sana. Kemudian selanjutnya saat ini, kita laksanakan bimbingan teknis (bimtek) pendampingan desa wisata," kata Yohannes kepada Tribun, di sela kegiatan bimtek yang diikuti oleh masyarakat Desa Sentajo dan beberapa mahasiswa di Novotel Pekanbaru, Kamis (10/9/2020).

Saat ini dikatakan Yohannes masyarakat di sana sudah bisa menerima permintaan jika ada kunjungan wisata ke daerah mereka, mereka bisa siapkan atraksi, penginapan, paket makan, paket touring, wisata dan lainnya.

"Tahun ini kita dapatkan kegiatan di luar dugaan, mereka temukan teh gaharu, kemudian hutan lindungnya sekarang terekspose.

Pendataannya sudah mulai bagus, mereka juga mau buat hutan wisata," tuturnya.

Kepala Desa Sentajo, Heprianto mengatakan, pihaknya berterimakasih kepada Unri yang telah menjalin kerjasama dengan pihaknya dalam 3 tahun tersebut.

Ia juga menyampaikan, potensi wisata yang ada di sana di antaranya adalah rumah adat dengan nama rumah Godang, kemudian hutan lindung Sentajo Raya, permainan gasing, silat pendekar bertuah, kuliner dan lainnya.

Sementara itu, Camat Sentajo Raya, Akhyan Armofis mengatakan, pihaknya menyambut baik kerjasama tersebut, karena daerahnya menjadi lebih maju, terutama dalam hal pariwisata.

"Ini sebuah tahapan secara nyata yang kami tunggu, karena desa ini sangat berpotensi dalam pengembangan wisata. Kita punya rumah adat dan hutan lindung yang kelak punya kita kembangkan, juga bidang pertanian dan edukasi.

Rumah adat tersebut tidak hanya sudah menjadi ikon daerah kami, tapi juga ikon wisata pariwisata provinsi Riau," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Urusan (Kaur) Umum desa tersebut, Madu Yusman mengatakan, rumah adat yang berjumlah 27 dan terdiri dari 4 suku di desa tersebut masih terus terjaga kelestariannya.

Melalui kegiatan kerjasama tersebut semakin bisa dilestarikan dan menjadi perhatian banyak pihak. (Tribunpekanbaru.com/Alexander)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved