Breaking News:

Gawat, 6 Kabupaten Kota di Riau Zona Merah Covid-19 , Ahli Epidemiologi: Segera Berlakukan PSBM

Peta zonasi Pandemi Covid-19 di Provinsi Riau mengalami lonjakan tajam.

Penulis: Syaiful Misgio | Editor: Ariestia
Tribun Pekanbaru/Ilustrasi/Nolpitos Hendri
Kasus Covid-19 di Riau 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Peta zonasi Pandemi Covid-19 di Provinsi Riau mengalami lonjakan tajam.

Berdasarkan data yang dirilis oleh kementrian kesehatan RI, setidaknya ada enam kabupaten kota di Riau yang masuk dalam zona merah.

Enam kabupaten kota yang dimaksud adalah, Kota Pekanbaru, Dumai, Kabupaten Pelalawan, Kuantan Singingi (Kuansing), Siak dan Kampar.

Sedangkan sisanya ada yang zona orang dan kuning. Kabupaten yang masuk zona orange diantaranya Rokan Hulu dan Bengkalis serta Kepulauan Meranti. Sedangkan yang zona kuning adalah kabupaten Indragiri Hulu, Indragiri Hilir dan Rokan Hilir.

Ahli Epidemiologi Riau, dr Wildan Asfan Hasibuan, MKES (Epid), Jumat (11/9/2020) mengungkapkan, dengan bertambahnya zona merah di Riau, harus disikapi serius oleh pemerintah daerah dan masyarakat Riau. Sebab jika tidak, penanganan Covid-19 di Riau akan semakin tidak terkendali.

"Dengan adanya enam kabupaten kota yang masuk zona merah ini maka harus ada perlakuan yang berbeda. Untuk mencegah agar tidak terjadi penyebaran yang lebih luas lagi maka Pembatasan Sosial Berskala Mikro ( PSBM) itu harus cepat dilaksanakan di masing-masing daerah yang sudah zona merah tersebut," kata Wildan.

Khusus untuk di Pekanbaru, kata Wildan, pelaksanaan PSBM tidak bisa hanya dilakukan di satu kecamatan saja.

Sebab secara administrasi batas wilayah dan pintu masuk kecamatan di perkotaan sulit didetekti dan dikendalikan. Sehingga yang paling efektif, harus ada beberapa kecamatan yang juga merepkan PSBM.

"Kalau di perkotaan untuk penyakit menular itu batas wilayah tidak punya arti secara epidemiologi. Makanya kita menyarankan jangan satu kecamatan saja. Harus ada beberapa kecamatan yang melaksanakan PSBM itu. Khususnya di pusat kota. Karena disitu mobilitas penduduk yang paling banyak," ujarnya.

Sedangkan untuk di kabupaten, PSBM di tingkat kecamatan sangat mungkin untuk diterapkan. Sebab pergerakan orang antar kecamatan tidak terlalu luas. Sehingga lebih mudah dalam melakukan pengawasan.

"Dikabupaten itu silahkan dilaksanakan per kecamatan yang kasusnya tinggi dan transmisi lokal disitu," katanya.

Selain itu, untuk menekan laju penyebaran Covid-19, khususnya di zona merah, harus digencarkan kembali kampanye 3M. Yakni Memakai Maker, mencuci tangan dan menjaga jarak.

"Pembagian masker itu jangan hanya sekedar seremonial di tingkat provinsi dan kabupaten kota saja. Tapi harus masif sampai ke tingkat desa," ujarnya.

Tidak hanya itu, tracing dan pemeriksaan swab juga harus gencar dilaksanakan.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved