Berita Riau
GEMPAR, Jejak Kaki Harimau Bikin Warga Dumai Risau, Berikut Penjelasan BBKSDA Riau
Informasi beredar beberapa warga melihat sempat melihat harimau melintas dan hilang di kegelapan malam di sekitaran kanal Rawasari
Penulis: Donny Kusuma Putra | Editor: Nurul Qomariah
TRIBUNPEKANBARU.COM, DUMAI - Bekas tapak kaki sang raja hutan bikin warga
Kota Dumai, khususnya di Kelurahan Bukit Datuk dan sekitarnya risau dan galau.
Beredar informasi jejak kaki "datuk" atau harimau terlihat di sekitaran waduk Pertamina, pada Minggu (13/9/2020).
Informasi beredar beberapa warga melihat sempat melihat harimau melintas dan hilang di kegelapan malam di sekitaran kanal Rawasari.
Mendapatkan informasi itu petugas Babinsa dan Bhabinkamtibmas dan pihak Kecamatan Dumai Selatan langsung turun ke lapangan.
Mereka melihat dan mencari jejak khaki harimau Sumatera tersebut untuk mencari kebenarannya.
• Demi Kenyamanan Tamu, Grand Zuri dan The Zuri Kota Dumai Riau Lakukan Rapid Test Massal
• Ingin Tahu? Ini Hasil Tes Kesehatan dan Verifikasi Syarat Bapaslon Pelalawan yang Diterima KPU
• Nuzelly: Dokter-dokter Kami Mulai Lelah, Pasien Positif Covid-19 di RSUD AA Terus Bertambah
Bambang warga Bukit Datuk mengatakan, bahwa adanya temuan jejak kaki harimau di sekitar wilayah mereka bahkan petugas juga telah turun ke lokasi untuk mencari kebenaran itu.
"Pagi ini ada petugas Babinsa dan Polisi dilokasi temuan yang katanya jejak harimau," sebutnya kepada Tribunpekanbaru.com pada Minggu (13/9/2020).
Ia mengatakan, dengan beredarnya informasi itu membuatnya harus tetap waspada jika benar hewan itu berkeliaran di sekitar pemukiman masyarakat meski kebenarannya belum diketahui secara pasti.
Sementara Camat Dumai Selatan, Yudha Pratama Putra mengatakan, bahwa ia bersama Bhabinkamtibmas dan Bhabinsa sudah turun ke lapangan lokasi penemuan jejak kaki harimau.
Bahkan pihak Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) untuk mengetahui secara jelas jejak kaki tersebut.
"Pihak BKSDA sudah turun ke lokasi, sesuai dengan hasil indentifikasi bahwa jejak tersebut merupakan jejak kaki anjing. Untuk itu, kita himbau kepada seluruh masyarakat tetap tenang," katanya.
Ia juga mengimbau kepada seluruh masyarakat, agar tidak menyebarkan informasi yang belum ditemukan kebenaran yang dapat meresahkan masyarakat.
"Sebar informasi yang sudah terbukti kebenarannya, sehingga tidak menimbulkan keresahan kepada masyarakat lainnya," imbuhnya.
Sementara itu, Kasi Konservasi Wilayah 4 Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, M Zanir SH mengungkapkan, bahwa informasi terkait jejak kaki harimau tersebut tidaklah benar.
"Sesuai hasil indentifikasi bahwa jejak tersebut merupakan jejak kaki anjing, karena di ujung jari jejak kaki yang ditemukan ada cakarnya, sedangkan harimau itu tidak ada, ukurannya juga tidak mengarah ke harimau justru lebih ke hewan anjing," terangnya.
Meskipun begitu, dirinya menghimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada jika berada di hutan, dan yang terpenting jangan menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya.
"Jadi jejak yang dihebohkan itu lebih mirip ke jejak anjing, bukan harimau karena informasi yang salah bisa meresahkan masyarakat," pungkasnya.
( Tribunpekanbaru.com / Donny Kusuma Putra )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/bukit-datuk-jejak.jpg)