Breaking News:

Berita Riau

Kejari Kampar Riau Terapkan Restorative Justice Dalam Kasus Pencurian Rokok, Apakah Itu?

Penerapan proses penyelesaian kasus ini dilakukan Kejari Kampar dengan cara memediasi antara terdakwa dan korban

istimewa
Proses penyelesaian kasus pencurian rokok dilakukan Kejari Kampar dengan cara memediasi antara terdakwa dan korban atau restorative justice. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, BANGKINANG - Kejaksaan Negeri Kampar Provinsi Riau menerapkan restorative justice pada perkara pidana pencurian 3 tim rokok yang terjadi di sebuah kedai grosir di Desa Koto Garo Kecamatan Tapung Hilir, Kampar.

Penerapan proses penyelesaian kasus ini dilakukan Kejari Kampar dengan cara memediasi antara terdakwa dan korban.

Terdakwa SU (59) dan SA (50) dipertemukan dengan korban untuk mencari titik temu dan penyelesaian masalah melalui mekanisme keadilan restoratif.

Kasi Pidum Kejari Kampar, Sabar Gunawan kepada Tribunpekanbaru.com Minggu (13/9/2020) mengatakan, mekanisme keadilan restoratif merupakan penyelesaian perkara yang dilakukan di luar persidangan.

Pesta Demokrasi di Tengah Pandemi Covid-19, Ini Catatan dari Gubri dan Satgas Covid-19 Riau

Jomblo Jangan Iri, Pria Berwajah Terburuk di Uganda Udah Tiga Kali Nikahi Cewek Muda dan Cantik

Dua Camat di Inhu Riau Positif Covid-19, Puskesmas dan Kantor Camat Tutup Sementara

Pendekatan Restorative Justice merupakan suatu pendekatan yang lebih menitik-beratkan pada kondisi terciptanya keadilan dan keseimbangan bagi pelaku tindak pidana serta korbannya sendiri.

Sabar mengatakan dengan menerapkan mekanisme ini tersangka tidak akan lagi disidangkan di pengadilan.

Dengan sebelumnya para pihak sudah sepakat melakukan perdamaian dengan disaksikan oleh Jaksa Penuntut Umum.

"Penerapan keadilan restoratif ini berdasarkan Peraturan Jaksa Agung (Perja) Nomor 15 tahun 2020 tentang Penghentian Penuntutan Berdasarkan Keadilan Restoratif.”

“ Dalam aturan itu, jaksa berhak menghentikan penuntutan terhadap terdakwa dalam kasus-kasus tertentu, apabila para pihak sudah sepakat berdamai," jelas Sabar Gunawan.

Sabar menegaskan penghentian penuntutan seperti ini bisa diterapkan bagi tersangka yang baru pertama kali melakukan tindak pidana.

Jika mengulang, upaya ini tidak berlaku. ( Tribunpekanbaru.com / Ikhwanul Rubby )

Penulis: Ikhwanul Rubby
Editor: Nurul Qomariah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved