Breaking News:

Tiga Kali Tembakan Peringatan untuk Hentikan Laju Kapal Penyeludup Pakaian Bekas asal Malaysia

BUkan perkara mudah bagi TNI AL meringkus pelaku penyeludupan pakaian bekas asal Malaysia. Aparat terpaksa mengeluarkan tiga kali tembakan peringatan

Editor: Budi Rahmat
(Kompas.com/Ahmad Dzulviqor)
Danlanal Nunukan Letkol Laut (P) Anton Pratomo menggelar pres release tangkapan rombengan illegal asal Malaysia 

TRIBUNPEKANBARU.COM- Tembakan peringatan terpaksa dikeluarkan Pasukan Second Fleet Quick Response (SFQR) Pangkalan Angkatan Laut (LANAL) Nunukan, Kalimantan Utara.

Itu dilakukan untuk menghentikan pelarian kapal cepat yang membawa pakaian bekas ilegal asal Tawau, negara bagian Sabah, Malaysia.

‘’Kita kejar, dia langsung matikan lampu. Kami nyalakan lampu sorot dan rotator, kita beri peringatan agar berhenti lewat pengeras suara, dia tetap melaju kencang. Kita beri tembakan peringatan tiga kali tidak digubris, kita pepet terus dan kita tembak mesin kapalnya baru berhenti," ungkap Danlanal Nunukan Letkol Laut (P) Anton Pratomo, saat dihubungi, Minggu (13/9/2020).

Kekayaan Risma Naik Selama Jadi Walikota, Berapa Sih Gajinya Sebagai Wali Kota Surabaya?

Cara Merawat Aglonema, Tanaman Hias yang Paling Banyak Diburu, Harganya Mahal

LINK Download Kumpulan Lagu Via Vallen, Lagu Dangdut Koplo Jawa yang Populer, Dilengkapi Video Klip

Siap-siap, POLRI Bakal Rekrut Preman Pasar Buat Awasi Protokol Kesehatan, Utamanya Penggunaan Masker

Peristiwa tersebut terjadi pada hari Sabtu (12/9/2020).

Pasukan Second Fleet Quick Response (SFQR) Pangkalan Angkatan Laut (LANAL) Nunukan, Kalimantan Utara, melepaskan sejumlah tembakan peringatan saat melakukan pengejaran terhadap kapal cepat pengangkut pakai bekas asal Tawau, negara bagian Sabah, Malaysia.

Berawal dari laporan intelijen AL yang menginformasikan ada muatan illegal yang akan melintas, petugas dari LANAL Nunukan menyiagakan Sea Reader dan menyiapkan pengintaian.

Anton menjelaskan, SB Dwi Putra bermesin 250 PK yang memuat pakain bekas tersebut diduga kuat sudah beberapa kali beraksi.

Mereka sering beroperasi di malam hari guna menghindari patroli petugas.

Biasanya, SB Dwi Putra digunakan sebagai kapal angkutan penumpang rute Tarakan–Sei Nyamuk, Sebatik. Pemilik kapal tersebut terdaftar atas nama Muhammad Yusuf.

"Kita duga mereka sudah sering seperti itu ( pakaian bekas). Kita geledah dan kita temukan 15 ball press/pakaian bekas untuk dibawa ke Tarakan," ujar dia.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved