Breaking News:

Jaksa Terapkan Restorative Justice, Seorang Tersangka Kasus Penganiayaan Lolos dari Jeratan Hukum

Jaksa mencoba memediasi antara tersangka dan korban. Alhasil, restorative justice bisa diterapkan.

Istimewa
Jaksa terapkan Restorative Justice, seorang tersangka kasus penganiayaan lolos dari jeratan hukum 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Pria bernama Handoko Benlizar (47), akhirnya lolos dari jeratan hukum yang membelitnya.

Handoko merupakan tersangka dalam kasus penganiayaan.

Namun warga Jalan Tuanku Tambusai, Kelurahan Labuh Baru Timur, Kecamatan Payung Sekaki, Kota Pekanbaru itu, kini bisa bernafas lega.

Pasalnya, jaksa Seksi Pidana Umum (Pidum) Kejari Pekanbaru, menerapkan restorative justice (keadilan restoratif) terhadap perkara penganiayaan itu.

Jaksa mencoba memediasi antara tersangka dan korban. Alhasil, restorative justice bisa diterapkan.

Kepala Seksi (Kasi) Pidum Kejari Pekanbaru, Robi Harianto mengungkapkan, penerapan restorative justice ini berdasarkan Peraturan Jaksa Agung (Perja) Nomor 15 tahun 2020 tentang Penghentian Penuntutan Berdasarkan Keadilan Restoratif.

"Dalam aturan itu, jaksa berhak menghentikan penuntutan terhadap terdakwa dalam kasus-kasus tertentu, apabila para pihak sudah sepakat berdamai," ucapnya.

Dilanjutkannya, penghentian penuntutan dalam kasus tertentu itu, bisa diterapkan bagi seorang tersangka yang baru sekali melakukan suatu tindak pidana.

Namun, jika mengulang suatu tindak pidana, upaya penghentian penuntutan tidak dapat berlaku.

"Tersangka dibebaskan, karena korban sudah tidak mempersoalkan lagi kasus itu, dan kedua belah pihak sudah berdamai, tersangka sudah meminta maaf dan korban sudah memaafkan," urai Kasi Pidum.

Halaman
12
Penulis: Rizky Armanda
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved