Breaking News:

Amerika Serikat Sukses Tekan TikTok Agar Dijual ke Perusahaan Lokal, Indonesia Berani?

Hanya sekitar satu jam setelah Microsoft menerangkan penolakan ByteDance, muncul kabar bahwa Oracle telah memenangkan proses tawar-menawar

OLIVIER DOULIERY / AFP
Ilustrasi Aplikasi Tiktok dan bendera Amerika Serikat. 

TRIBUNPEKANBARU.COM - TikTok sedang dalam proses melepas unit operasionalnya di Amerika Serikat ke perusahaan setempat agar tidak diblokir di Negeri Paman Sam Tersebut.

Dua nama yang santer disebut sebagai pelamar adalah Oracle dan Microsoft.

Belakangan, Microsoft memastikan diri mundur dan tidak jadi mengakuisisi bisnis TikTok di AS setelah pinangannya ditolak oleh ByteDance selaku pemilik media sosial tersebut.

Hal tersebut dinyatakan oleh Microsoft dalam sebuah laman berisi pengumuman.

Hanya sekitar satu jam setelah Microsoft menerangkan penolakan ByteDance, muncul kabar bahwa Oracle telah memenangkan proses tawar-menawar atas operasional TikTok di Amerika Serikat.

Kesepakatan dengan Oracle disebut tidak akan berstruktur layaknya penjualan secara langsung. Alih-alih demikian, Oracle bakal ditunjuk sebagai "mitra teknologi terpercaya" yang akan membantu menjalankan operasional TikTok di AS dengan teknologi cloud miliknya.

Sebagaimana dihimpun KompasTekno dari The Verge, Senin (14/9/2020), Microsoft sebelumnya mengincar pembelian bisnis TikTok di beberapa negara, yakni Amerika Serikat, Australia, Kanada, dan Selandia Baru.

Mahasiswa Baru UNESA Dibentak, SOSOK Senior Itu Disebut Mirip Arya Wiguna & Suzanna

Seragam Satpam Mirip Punya Polisi, Anggota DPR Singgung Penghematan Anggaran di Masa Pandemi

Dengan ditunjuknya Oracle sebagai "mitra teknologi", arah pembicaraan agaknya telah berubah untuk mempertimbangkan opsi lain di luar akuisisi secara utuh.

ByteDance hendak menjual bisnis TikTok di AS karena tekanan dari Presiden Donald Trump yang mengancam bakal memblokir apabila media sosial tersebut tak dimiliki perusahaan Amerika Serikat.

TikTok yang memiliki sekitar 100 juta pengguna aktif bulanan di AS dipandang sebagai ancaman terhadap keamanan nasional karena dicurigai memata-matai pengguna dan meneruskan informasinya ke pemerintah China.

Halaman
1234
Editor: Firmauli Sihaloho
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved