Breaking News:

Oknum Kepsek Terciduk Komentari Satu Bapaslon Pilkada Pelalawan di Medsos, Bawaslu Lapor ke KASN

Pelanggaran netralitas PNS ini ditemukan oleh Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) Pangkalan Kerinci.

Istimewa
Ketua Bawaslu Pelalawan, Mubrur S.Pi. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PANGKALAN KERINCI - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Pelalawan Riau kembali menemukan pelanggaran yang dilakukan oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2020.

Oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) tersebut berinisial SM (54) diduga mendukung satu diantaranya empat Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) yang akan bertarung di Pilkada.

SM merupakan Kepala Sekolah di Kecamatan Pangkalan Kerinci.

Pelanggaran netralitas PNS ini ditemukan oleh Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) Pangkalan Kerinci.

"Kita sudah memanggil SM (54) yang merupakan oknum Kepsek di Pangkalan Kerinci. Klarifikasi atas pelanggaran netralitas ASN di Pilkada," ungkap Ketua Bawaslu Pelalawan, Mubrur S.Pi, kepada tribunpekanbaru.com, Rabu (16/9/2020).

Pelanggaran etik oleh SM berawal dari aktivitasnya di Media Sosial (Medsos) Facebook.

Oknum Kepsek ini kedapatan mengomentari deklarasi salah satu Bakal Calon (Balon) bupati dan wakil bupati yang diposting ke FB.

Melihat adanya pelanggaran itu, Panwascam langsung melakukan penanganan pelanggan dan kemudian diproses ke Bawaslu Pelalawan.

Pihaknya juga telah memanggil saksi-saksi dalam perkara itu untuk melengkapi keterangan.

Kemudian Bawaslu memastikan jika ASN itu terbukti melanggar kode etik ASN yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 42 tahun 2004 pasal 11 huruf C.

Halaman
12
Penulis: johanes
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved