Breaking News:

Sekolah Dipaksa Pelajari Budaya dan Bahasa Tiongkok, Warga Ulaanbaatar Demo Kedatangan Menlu China

kebijakan yang memaksa sekolah dasar dan menengah di wilayah Mongolia dalam China untuk mematuhi kurikulum nasional China

WONDERSLIST.COM
perbatasan China - Mongolia 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Pemaksaan mempelajari bahasa dan budaya China di Mogolia mengundang kemarahan warga Kota Ulaanbaatar.

Mereka menggelar aksi demonstrasi di tengah kunungan Menteri Luar Negeri China, Anggota Dewan Negara China, Wang Yi Selasa (16/9/2020).

Demonstran berunjuk rasa di ibu kota Mongolia, Ulaanbaatar pada hari Selasa (16/9/2020) memprotes kunjungan Menteri Luar Negeri China, Anggota Dewan Negara China, Wang Yi, di tengah tuduhan bahwa Beijing menekan bahasa dan budaya asli di wilayah etnis Mongolia di China.

Sekitar 100 pengunjuk rasa yang sebagian besar damai berkumpul di Lapangan Sukhbaatar di depan Istana Pemerintah Mongolia dan meneriakkan "mari lindungi bahasa ibu kita" dan "Wang Yi pergi".

Mengutip Reuters, mereka menanggapi kebijakan yang memaksa sekolah dasar dan menengah di wilayah Mongolia dalam China untuk mematuhi kurikulum nasional dalam bahasa, politik, dan sejarah China.

Tiongkok mengatakan kebijakan itu dirancang untuk mempromosikan persatuan nasional dan bersikeras masih akan ada ruang untuk pengajaran bahasa Mongolia di mata pelajaran dan kelas lain.

Namun, kebijakan tersebut diboikot sejumlah sekolah dan menimbulkan tuduhan dari kelompok hak asasi manusia bahwa Beijing berusaha menghancurkan budaya Mongolia.

Pada hari Senin, Pusat Informasi Hak Asasi Manusia Mongolia Selatan yang berbasis di AS menuduh pihak berwenang China mengubah wilayah tersebut menjadi "negara polisi".

Dikatakan 4.000-5.000 orang telah ditahan polisi selama tiga minggu protes, sementara setidaknya sembilan orang tewas.

Pemerintah Mongolia belum mengomentari masalah ini. "Pemimpin kami perlu angkat bicara," kata seorang pengunjuk rasa, dukun bernama Khaliun Sukhbaatar, kepada Reuters.

"Jika pemerintah kita bungkam atas nama hubungan internasional dan stabilitas ekonomi, satu per satu orang Mongolia akan ditekan dan Mongolia akan lenyap."

Halaman
12
Editor: Guruh Budi Wibowo
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved