Breaking News:

Video Berita

VIDEO: Semangat Lurah di Pekanbaru Ini Tidak Kendor Walau Rutin Cuci Darah 2 Kali Seminggu

Dari penuturan staf dan warga sekitar, Lurah dengan nama lengkap Muhamad Amin ini sosok yang rajin. Ia tiba di kantor selalu lebih awal dari staf lain

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU -- Sosok Lurah Perhentian Marpoyan dikenal cukup dekat dengan warga. Sosok energik, disiplin, ramah, serta tanpa pandang bulu membaur akrab dengan masyarakat.

Dari penuturan staf dan warga sekitar, Lurah dengan nama lengkap Muhamad Amin ini sosok yang rajin. Ia tiba di kantor selalu lebih awal dari staf lainnya, dan pulang juga paling terakhir. Namun siapa sangka, dibalik sosok keuletannya, Muhamad Amin juga rutin melakukan cuci darah 2 kali seminggu.

Ditemui Tribun di kantornya pada Selasa (15/9/2020), Muhamad Amin tengah membuka sejumlah obat, satu persatu ia keluarkan dari tempatnya. "Sudah jadwalnya minum obat, saya izin sebentar ya," ujarnya tersenyum sembari menelan butiran obat dengan air mineral.

Sekilas, Muhamad Amin tidak seperti orang sakit. Raut wajahnya tampak bugar, dan selalu menebar senyum serta bersemangat.

"Saya sudah empat kali masuk ICU dan tidak sadarkan diri. Tapi Allah masih memberikan rezki umur kepada saya sampai saat ini. Dalam setiap doa, saya tidak pernah meminta umur panjang, saya hanya minta disehatkan selalu, dan bisa terus berbuat kebaikan," kata Muhamad Amin membuka percakapan.

Diceritakan Amin, sudah puluhan tahun dirinya sakit, namun ia tidak mau mengeluh, dan menjalani dengan sabar. Awalnya ia terkena diabetes, kemudian ginjal, hingga akhirnya HB-nya selalu rendah, dan dianjurkan dokter untuk melakukan cuci darah dua kali seminggu.

Salah seorang staf di kantor lurah yang berlokasi di Jalan Kartama tersebut, Rendi Saputra mengatakan, Muhamad Amin selalu sampai di kantor lebih awal, dan terakhir pulang.

"Beliau melakukan cuci darah dua kali seminggu, Rabu dan Sabtu. Cuci darah biasanya butuh waktu 6 jam, tapi beliau selalu sempatkan datang ke kantor setelah cuci darah. Ketika tidak jadwal cuci darah, beliau masuk lebih awal dan pertama datang selalu. Demikian juga saat jadwal pulang, beliau selalu yang terakhir. Kadang jam 5 bahkan jam 6 sore," kata Rendi kepada Tribun.

Di kantor itu, sama sekali tidak ada sekat khusus untuk ruangan lurah. Sehingga siapapun warga yang masuk ke kantor yang masih ruko tersebut, bisa langsung mellihat dan menyapa lurah tersebut.

"Beliau orangnya sangat terbuka. Beliau ingin membaur saja dengan kami, tidak ada sekat atau ruangan khusus. Sehingga masyarakat bisa langsung melihat, menyapa atau bertemu beliau. Beliau orangnya sangat baik dengan siapa saja, tidak pemarah dan tidak pendendam," imbuhnya.

Tidak hanya di mata staf, Bu Peni salah seorang warga yang berjualan makanan dan minuman di depan kantor lurah tersebut juga memiliki kesan terhadap Muhamad Amin. Walau hanya memiliki tenda-tenda di halaman kantor itu, namun dagangannya bagi Peninsudah seperti kantin di kantor itu.

"Kami berjualan di depan sini tidak ada dipungut uang sewa. Bahkan kami malah sering dikasih makan atau diajak jalan. Sosok yang baru kali ini kami temui. Saya dan suami sering diajak kalau pak lurah dan staf keluar. Misalnya makan-makan di rumah staf, atau makan di luar, kami diauruh tutup dulu, lalu ikut bersama beliau dan rombongan," kata Bu Peni kepada Tribun.

Ia juga menuturkan, tidak hanya itu, bahkan jika lurah ada jalan-jalan ke luar kota, Bu Peni dan keluarga juga ikut diajak bersama. "Kami disewakan mobil juga, kalau pak lurah dan stafnya nginap di hotel, kami juga, tidak dibedakan sama sekali," tuturnya.

Jika ada orang tua lewat berjalan kaki, dikatakan Peni, Amin akan minta agar dipanggil dan dibuatkan nasi goreng atau semacamnya. "Pokoknya kalau Pak Amin warga sudah tau bagaimana beliau, warga pun diajak makan sama beliau. Jarang sosok seperti beliau ada. Paling suka kalau melihat orang senang, dan suka membantu yang susah," ulasnya.

M Amin datang ke kantor dengan sepeda motor setiap harinya. Ia juga memakai tongkat untuk berjalan. "Beliau selalu bawa tongkat, kalau setelah cuci darah beliau tampak agak kurang stabil, tapi beliau tetap semangat, kami yang cemas," pungkasnya. (Tribunpekanbaru.com/Alexander)

Penulis: Alex
Editor: David Tobing
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved