Breaking News:

Indonesia Harus Tau, ini Sebabnya Sebagian Besar Orang Jawa di Suriname Ogah Pulang ke Nusantara

Karena itu, pada tahun 1870 pemerintah Belanda menandatangani perjanjian dengan Inggris guna mendatangkan imigran/buruh kontrak ke Suriname.

intisari.grid.id
Tarian Jaran Kepang di Suriname 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Sebagian besar masyarakat Indonesia pasti heran dengan ramaianya penggemar mendiang Didi Kempot di Suriname.

Bahkan, Didi Kempot pernah diudang langsung oleh Presiden Suriname Weyden Bosch saat Weyden berkunjung ke Indonesia pada 1998 silam.

Ia juga banyak mendapatkan penghargaan dari dunia musik di Suriname.

Tak heran jika Ribuan orang Suriname bakal menghadiri setiap konser Didi Kempot

Yang menjadi pertanyaanya, kenapa orang Suriname sangat dekat dengan Didi Kempot?

Suriname dan Jawa ternyata memiliki sejarah yang erat. Negara yang bernama Republik Suriname ini memiliki penduduk beretnis Jawa mencapai 15 persen dari total penduduk. 

Suriname merupakan negara di kawasan Amerika Selatan yang beribu kota di Paramaribo. Negara yang memiliki bahasa nasional Belanda ini merayakan hari kemerdekaannya setiap 25 November.

Berdasarkan data Worldometers, total penduduk Suriname per 16 September 2020 mencapai 587.727 jiwa. Komposisi agama yang dianut rinciannya adalah Hindu (27,4%), Protestan (25,2%), Katolik Roma (22,8%), Islam (19,6%), termasuk Javanisme dan Animisme yang diakui pemerintah.

Sementara mata uang yang digunakan adalah Suriname Dollar (SRD). Kemudian, etnis suku antara lain adalah Hindustan (37%), Kreol (31%), Jawa (15%), Marrons (10%), Amerindian (2%), China (2%), bangsa kulit putih (1%), dan lainnya (2%). 

Sejarah Suriname 

Dirangkum dari laman resmi Kementerian Luar Negeri RI, wilayah Suriname mulai dikenal sejak abad ke 15, ketika bangsa-bangsa Eropa berlomba menguasai Guyana, suatu dataran luas yang terletak di antara Samudera Atlantik, Sungai Amazone, Rio Negro, Cassiquiare dan Orinoco. 

Halaman
1234
Editor: Guruh Budi Wibowo
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved