Breaking News:

Video Berita

VIDEO Danlanal Dumai Sebut Dua ABK Bawa Narkoba Dijanjikan Upah Rp 50 Juta

Dari penangkapan tersebut, Lanal Dumai Berhasil mengamankan barang bukti 10 bungkus besar dan 2 bungkus kecil Narkoba jenis Sabu seberat 10.751 gram

Penulis: Donny Kusuma Putra | Editor: didik ahmadi

TRIBUNPEKANBARU.COM, DUMAI - Lagi-lagi tim Fleet One Quick Response (F1QR) Lanal Dumai berhasil menangkap dan mengamankan 1 unit Kapal Pompong Nelayan tanpa nama beserta 2 orang Anak Buah Kapal (ABK) berinisial SN (31) dan ZN (38) warga Rupat Utara Kabupaten Bengkalis. 

Dari penangkapan tersebut, Lanal Dumai Berhasil mengamankan  barang bukti 10 bungkus besar dan 2 bungkus kecil Narkoba jenis Sabu seberat 10.751 gram.

Dimana, barang haram tersebut dibungkus dalam kemasan teh merk cina, Guanyinwang dan Chinese Pin. Kapal dan ABK diamankan di daerah Perairan Titi Akar, Rupat Utara, Kabupaten Bengkalis, Jumat (18/9/2020) sekitar Pukul 17: 21 WIB.

Hal tersebut diungkapkan, Komandan Lanal Dumai Kolonel Laut (P) Himawan, MMSMC saat memimpin langsung konferensi pers di Gedung Wijaya Kusuma Lanal Dumai, Minggu (20/9/2020).

Pada konferensi pers tersebut, Kolonel Laut (P) Himawan menjelaskan, kornologis penangkapan berawal dari informasi Intelijen yang diterima dari agen dilapangan, pada Jumat (18/9/2020) sekitar Pukul 11.00 WIB, bahwa akan ada kegiatan penyeludupan Narkoba dari Malaysia masuk ke Indonesia melalui perairan Titi Akar, Rupat Utara, Kabupaten Bengkalis. 

"Menindaklanjuti informasi tersebut, setelah mendapatkan perintah dari Danlanal Dumai tim F1QR Lanal Dumai melaksanakan briefing membentuk tim dan merencanakan aksi guna mengecek informasi tersebut, kemudian pada Pukul 11.20 WIB F1QR Lanal Dumai dipimpin oleh Danunit  Intel bergerak untuk melaksanakan Patroli menyisir Perairan Pulau Rupat untuk melaksanakan penyekatan dan penangkapan," imbuh.

Dirinya mengaku, upaya pencarian sempat dihentikan, tim kembali ke Posal Tanjung Medang untuk istirahat dan mengisi bahan bakar. Kemudian pada Pukul 14.30 WIB Tim kembali melanjutkan pencarian dan Penyisiran disekitar pulau Rupat.

Lebihlanjutdijelaskanya, pada Pukul 17: 21 WIB, tim F1QR melihat dan mencurigai sebuah Kapal Pompong Nelayan melintas di sekitar perairan Pulau Rupat bergerak ke arah Selatan menuju Dumai.

Kemudian tambahnya,  tim mengejar Pompong tersebut, dan melihat ABK Pompong membuang bungkusan hitam besar di sebelah Pompong lalu tim mengamankan bungkusan tersebut beserta kapal Pompong yang di gunakan, 1 dari ABK kapal Pompong berusaha kabur dengan cara melompat ke laut namun setelah Tim memberikan tembakan peringatan, ABK tersebut menyerahkan diri.

"Dikawal oleh tim F1QR, kapal dan ABK beserta barang bukti dibawa menuju Lanal Dumai untuk dilaksanakan penyidikan dan proses hukum lebih lanjut," imbuhnya.

Setelah tiba di Posmat Sungai Dumai, sebutnya, pada Pukul 23.15 WIB Lanal Dumai melaksanakan koordinasi dengan KPPBC TMP B Dumai untuk melakukan pengecekan terhadap barang bukti Narkoba tersebut ke Laboratorium milik KPPBC TMP B Dumai.

"Pada Sabtu (19/9/2020) dilaksanakan pengujian dan identifikasi di Laboratorium milik KPPBC TMP B Dumai, barang bukti sebanyak 10 bungkus besar dan 2 bungkus kecil yang diduga narkotika jenis sabu,  terbukti mengandung zat jenis Methamphetamine ( sabu-sabu) berbentuk kristal bening seberat 10.751 gram," terang Danlanal.

Kolonel Laut (P) Himawan‎ menerangkan, berdasarkan pemeriksaan awal yang dilaksanakan, kedua pelaku mengaku bahwa narkoba jenis sabu tersebut diperoleh dari saudara  KC Warga Negara Malaysia dan dijanjikan upah sebesar Rp50 juta untuk mengantar narkoba tersebut ke Dumai. 

"Jadi kedua ABK ini dijanjikan oleh KC warga negara Malaysia sebesar Rp50 juta kalau berhasil mengantarkan barang ketempat tujuan, untuk tujuan masih kita lakukan pemeriksaan," imbuhnya. 

Untuk modus operandinya, tambah Kolonel Laut (P) Himawan dengan menggunakan Kapal Pompong nelayan pelaku menjemput paket Narkoba di tengah laut kemudian pelaku lainnya dengan menggunakan Speed Boat datang menghampiri dan menyerahkan Paket Narkoba tersebut kepada SN dan ZN Selanjutnya pelaku membawa narkoba jenis Sabu tersebut menuju perairan Dumai.

Diakuinya, meski ditengah Pandemi Covid-19, TNI Angkatan Laut  dalam hal ini Lanal Dumai akan terus melaksanakan pengawasan dan pengamanan di wilayah perbatasan perairan Riau  terhadap aksi-aksi pelanggaran hukum, bukan hanya tindak pidana narkotika, tetapi semua kegiatan penyeludupan dan  kegiatan illegal lainnya yang ada di perairan Riau ini.

"Terhadap kedua tersangka dapat diancam dengan pidana karena melanggar Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Sementara barang bukti Narkoba jenis sabu akan kita serahkan ke BNN," pungkasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved