Breaking News:

Citizen Journalism

Refleksi 13 Tahun Menjadi Tenaga Pendidik di Rohil: Membingkai Pelangi Melalui Pengalaman

Karya minimalis ini dituliskan LISDA IKA WAHYUNI NINGSIH, S.Pd dari SMA NEGERI 1 TANAH PUTIH Kabupaten Rokan Hilir Riau,

ist
Lisda Ika Wahyuni Ningsih, S.Pd, Guru SMA Negeri 1 Tanah Putih, Rokan Hilir Riau. 

Indahnya profesi ini, menjadikanku tersentak sadar. Bahwa sang pencipta memberikan profesi mulia ini kepada orang-orang yang dipilihnya. Bisa jadi pembaca dan rekan-rekan guru lainnya memiliki bayangan akan ruh apa lagi yang bisa ditemukan dari seorang guru. Kemuliaan dan anugerah inilah penyemangat guru untuk terus berkarya.

Karya minimalis ini dituliskan Lisda Ika Wahyuni Ningsih, S.Pd, Guru SMA Negeri 1 Tanah Putih, Rokan Hilir Riau merasakan hal luar biasa 13 tahun dalam perjalanan bertemu wajah-wajah berganti yaitu para siswa. Bersama warna pelangi yang dibawa, maka AKU BANGGA MENJADI GURU.

Lisda Ika Wahyuni Ningsih, S.Pd Guru SMA Negeri 1 Tanah Putih, Rokan Hilir Riau.
Lisda Ika Wahyuni Ningsih, S.Pd Guru SMA Negeri 1 Tanah Putih, Rokan Hilir Riau. (ist)

Hari ini ia pulang dari sekolah sambil terus berpikir, isi kepalanya tiba-tiba membayangkan banyak cerita sambil duduk mengendarai skuter maticnya warna merah, semuanya harus ia tuangkan dalam suatu tulisan, hal-hal sebanyak ini perlu ia wujudkan  kedalam narasi sederhana namun bisa dimengerti oleh banyak orang.

Kadang khayalan seorang guru muda ini mudah berganti-ganti dan  jarang juga ia laksanakan, sewaktu-waktu ia berkhayal ingin pergi ke Inggris untuk belajar disana, ikut belajar dengan remaja High school atau junior high school, bayangannya bila ke Inggris tentu dirasa lebih fasih berbahasa, profesi guru yang ia jalani adalah tamatan FKIP Bahasa Inggris di Universitas Swasta.

Kenapa bisa Bahasa Ratu Elizabeth itu pula yang ia pilih? karena sewaktu zamannnya ia SMA,  sering mengulang lagu-lagu salah satu boyband terkenal asal Irlandia, terdiri dari 5 orang anak muda berciri khas suara merdu dan berkarakter.Mereka memiliki wajah yang rupawan dengan postur tubuh tinggi semampai.

Boyband dengan lagu dan musik yang mudah untk diulang-ulang ini ia koleksi, mulai dari CD bajakan sampai kaset keluaran asli. Tentu ia tak sendiri memiliki hobi tersebut, bersama sobatnya almarhumah Ningsih, mereka adalah penyuka lagu-lagu Indonesia, India,Irlandia. Kedua remaja ini berburu macam-macam marchandise group boyband Westlife yang sangat mereka kagumi.

Lain halnya saat ia tumbuh menjadi seorang mahasiswi di Padang. Khayalannya adalah punya mini sedan mewah, dengan model masa kini warna merah.

Lamunannya saat itu bisa jadi adalah penyemangat untuk pergi kuliah, memang saat ia sengaja duduk didepan pelataran kampusnya  selalu mengamati tempat parkir mobil anak-anak kampus jurusan ekonomi, mobil sedan mini mewah itu berwarna biru ada juga yang berwarna merah kesukaannya, aaaah....andai ia punya satu, tentu pergi kekampus tanpa bawa payung, tak perlu naik cigak baruak mobil khas kampus, jalan-jalan ke mall bareng kawan kos atau kawan gosip rasanya akan terasa lebih keren, tapi mana mungkin.

Dia tersentak, lamunannya terlalu jauh,bisa kuliah dan tamat tepat pada waktunya saja sudah syukur, apalagi harus bermimpi pula punya mobil mewah.

Nora pernah bilang “jangan bermimpi terlalu jauhlah, jurusan perkuliahan yang kita ambil kan GURU mana bisa guru bisa beli mobil mewah”, salah sendiri kenapa kita pilih jadi GURU, kalau sudah begitu yang didengarnya ada benarnya, mana bisa guru beli mobil mewah.

Halaman
1234
Editor: Firmauli Sihaloho
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved