Breaking News:

Viral Odading Mang Oleh, Ternyata Asal Usul Nama Odading Berawal dari Celetukan Orang Belanda

Video lucu odading beredar di media sosial. Ade Londok menyebutkan memakan odading membuat orang-orang merasa seperti Iron Man.

Editor: Ariestia
Twitter
Ade Londok saat mempromosikan Odading Mang Oleh. 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Video lucu odading beredar di media sosial. Video ini dibuat oleh pria bernama Ade Londok.

Dirinya mempromosikan makanan odading milik penjual bernama Mang Oleh.

Ade Londok menggunakan bahasa Indonesia dicampur Sunda dan juga sedikit kasar.

Disebutkannya memakan odading membuat orang-orang merasa seperti Iron Man.

Tidak disangka, video tersebut viral.

Mang Oleh, penjual odading dan cakwe yang viral berkat video yang beredar.
Mang Oleh, penjual odading dan cakwe yang viral berkat video yang beredar. (TribunNewsmaker.com Kolase/ Instagram @ridwankamil/ KOMPAS.COM/PUTRA PRIMA PERDANA)

Odading milik Mang Oleh langsung dipadati pembeli.

Odading adalah roti goreng berbentuk kotak menggelembung.

//
// <\/scr"+"ipt>"); // ]]>

Kue ini memiliki nama yang berbeda di tiap wilayah.

Misalnya di Jakarta disebut kue bantal, di Yogyakarta disebut galundeng, di Solo disebut gembukan, di Semarang disebut bolang baling, dan masih banyak lagi.

Selain rasanya dan teksturnya yang unik, sejarah dan adal usul nama odading juga tak kalah menarik.

Asal-usul nama odading

Odading sudah ada sejak masa kolonial Belanda.

Hal ini tertera dalam buku "9 dari 10 Kata Bahasa Indonesia adalah Asing" (2003) karya Alif Danya Munsyi yang diterbitkan oleh Kepustakaan Populer Gramedia.

Dahulu ada kue goreng tak bernama yang terbuat dari adonan terigu campur gula.

Suatu ketika seorang anak kecil Belanda merengek kepada ibunya minta dibelikan kue tak bernama itu.

Rengerkan sang anak membuat ibunya penasaran dengan bentuk kudapan itu.

Kemudian ia panggil seorang ujang penjual kue.

Orang Belanda itu menyuruh si penjual kue keliling untuk membuka daun pisang penutup kue di nyiru.

Begitu melihat roti goreng itu, sang ibu berkata dengan heran, "O, dat ding?" yang artinya "O, benda itu?".

Terdengar lucu dan unik, si penjual kue akhirnya menceritakan kepada ibu dan orang-orang di kampungnya.

Ia mengatakan bahwa kue tak bernama itu disebut odading.

Kata yang spontan dari orang Belanda itu akhirnya membuat roti goreng ini disebut odading hingga sekarang.

Oleh masyarakat Sunda, nama odading dianggap enak untuk didengar dan sedikit lucu.

Sehingga, nama odading terus dipakai oleh para pedagang kue jenis tersebut.

Seperti apa rasa odading?

Executive Chef GH Universal Hotel Bandung sekaligus Ketua Indonesian Chef Association Jawa Barat, Anton Kuswendi menjelaskan bahwa odading memiliki tekstur yang lembut di dalam dan garing di luar.

“Odading ini adonannya memang seperti roti, tapi orang sering kali memasukkan baking soda ke dalamnya supaya teksturnya ada seratnya dan bagian dalamnya sedikit lembab,” papar Anton kepada Kompas.com, pada Selasa (15/9/2020).

Odading memiliki tekstur empuk dan rasa yang sedikit manis.

Kudapan ini biasanya disantap dengan teh manis hangat untuk camilan di sore hari.

Di Jawa Tengah dan Jawa Timur, ada jajanan yang nyaris sama persis bentuknya.

Namanya bolang-baling, tekstur dan bentuk rotinya sama persis.

Namun yang membedakan adalah taburan.

Terdapat wijen dan gula pada permukaan bolang-baling.

Sehingga teksturnya lebih garing dan renyah berkat gula pasir yang telah digoreng garing.

(Tribunnewsmaker.com/*)

Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Asal-usul Nama Odading, Berawal dari Celetukan Orang Belanda dan di Tribunnews.com, Asal-usul Nama Odading, Berawal dari Bocah Belanda di Masa Kolonial, Tertarik dengan Jajanan Pribumi

Sumber: TribunNewsmaker
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved