Kamis, 16 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Jet Tempur India Terbang di Langit Perbatasan China, Spesiikasinya Bisa Buat Bejing Panas Dingin

Lima pesawat pertama dari pesanan senilai US$ 9,4 miliar untuk 36 Rafale secara resmi bergabung dengan Angkatan Udara India pada 10 September lalu.

TRBUNPEKANBARU.COM - India memamerkan jet tempur Rafale baru buatan Prancis ke China di atas langit perbatasan kedua negara.

Dilansir dari Indomiliter, pesawat canggih itu mampu menjalankan berbagai misi, mulai dari keunggulan udara, pengintaian, dukungan udara bagi serangan darat, serangan presisi udara ke permukaan (sasaran di tanah maupun di laut), hingga mampu menjalankan serangan nuklir.

Dengan kemampuan Rafale yang half stealth dan bekal radar AESA yaitu Radar Susunan Terpindai Elektronis Aktif yang dapat mengenali dan menembak musuh lebih dari satu target, membuat Rafale pantas menyandang sebutan Omnirole

Lima pesawat pertama dari pesanan senilai US$ 9,4 miliar untuk 36 Rafale secara resmi bergabung dengan Angkatan Udara India pada 10 September lalu. 

Menteri Pertahanan Rajnath Singh India menyebutkan, kehadiran jet tempur Rafale sebagai "pesan kuat" untuk musuh-musuh New Daelhi.

"Jet tempur Rafale telah diperkenalkan di wilayah operasional kami termasuk Ladakh," kata seorang pejabat senior Angkatan Udara India tanpa menyebut nama, Senin (21/9), kepada AFP seperti dikutip Channel News Asia.

Pada pertengahan Juni lalu, tentara China dan India terlibat dalam pertempuran tangan kosong yang brutal di wilayah Ladakh. Pertarungan itu menewaskan 20 tentara India.

China juga mengakui banyak korban tetapi belum mengungkapkan angka apa pun.

Dalam insiden lain di awal September, tembakan dilepaskan untuk pertama kalinya dalam 45 tahun terakhir di perbatasan India-China. 

Rafale menjalani pelatihan intensif 

Pengumuman penerbangan Rafale datang ketika komandan militer dari India dan China mengadakan putaran terakhir pembicaraan mereka, yang bertujuan untuk meredakan ketegangan di sepanjang perbatasan Himalaya yang disengketakan.

Tidak terungkap, kapan penerbangan Rafale dimulai. Tetapi, fotografer AFP melihat jet tempur Rafale terbang di atas Ibu Lota Ladakh, Leh pada Senin (21/9).

Kementerian Pertahanan India mengatakan, selama komisioning, Rafale "sudah terbang dan terbiasa dengan lingkungan operasional kami" tanpa secara khusus menyebut Ladakh.

"(Rafale) telah menjalani pelatihan intensif yang terintegrasi dengan armada tempur lain, termasuk penembakan senjata canggih," ujar Kementerian Pertahanan India dalam pernyataan Senin (21/9).

India mengakui berada di belakang China dan negara-negara kunci lainnya dalam daya tembak militer. Dan, pembelian jet tempur Rafale adalah salah satu dari banyak yang India lakukan dalam upaya untuk meningkatkan kemampuan 1,4 juta tentaranya.

(*)

Sumber: Kontan

Sumber: Kontan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved