Kronologi Warga Bali yang Diduga Menjadi Korban Pelecehan dan Pemerasan saat Rapid Test
Saat rapid test korban mengaku payudaranya diraba-raba oleh oknum tenaga medis. OKnum tersebut menueutnya juga memeras dengan sejumlah uang
TRIBUNPEKANBARU.COM- Polisi terus mendalami terkiat kasus dugaan pemerasan dan pelecehaan seksual yang dilakukan oknum tenaga media.
Dugaan pemerasan dan pelecehan tersebut terjadi di Bandara Soekarno Hatta.
Korban seorang wanita yang melakukan rapid test. Korban yang reaktif kemudian diperas oleh pelaku dengan meminta sejumlah uang.
Uang tersebut sebagai pengganti agar dalam keterangan akan dibuat sebagai oarang yang non reaktif.
LHI (23), korban pemerasan dan pelecehan seksual saat menjalani rapid test di Bandara Soekarno Hatta ternyata berasal dari Kuta Selatan, Badung, Bali.
"Korban tinggal di Kuta Selatan," kata Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol Syamsi, Senin (21/9/2020).
Hari ini, penyidik Polda Metro Jaya dengan dibantu Ditreskrimum Polda Bali telah mengambil keterangan korban LHI di Bali.
"Penyidiknya akan ambil keterangannya dibali. Saat ini penyidiknya sudah ada di Bali, terkait waktu pengambilan keterangannya belum diketahui , sementara tim masih konsolidasi," ujar Syamsi.
Seperti diketahui, LHI diduga mengalami pelecehan seksual dan pemerasan saat dirinya menjalani rapid test di Bandara Soekarno Hatta pada 13 September 2020 kemarin.
Dalam akun Twitter LHI @listongs, perempuan itu membagikan cerita menjadi korban pemerasan dan pelecehan saat menjalani rapid test di Bandara Soekarno-Hatta pada Ahad 13 September lalu.
Hasil test LHI disebut reaktif, namun bisa diganti menjadi nonreaktif asalkan bersedia memberi sejumlah uang.
Dalam akun twitternya, Dia bercerita, saat itu tidak sempat melakukan rapid test sehingga harus mejalani tes di Bandara Soekarno-Hatta sebelum keberangkatannya.
Namun, bukannya mendapatkan layanan yang baik, ia malah mendapatkan perbuatan kurang menyenangkan dari salah seorang tenaga medis.
Dalam utasnya tersebut, oknum tenaga kesehatan yang mengambil sampel tes COVID-19 dirinya tidak hanya meminta "uang tambahan", tapi juga melakukan pelecehan seksual.
"Bener-bener kaget dan gak bisa ngapa2in, si dokter bajingan ini malah melanjutkan aksinya dengan meraba-raba payudara aku. perasaanku hancur. bener-bener hancur. nangis sekeras-kerasnya dari dalam. bahkan untuk teriak tolong aja gak bisa," tulisnya dalam medsos tersebut.
Artikel ini telah tayang di tribun-bali.com dengan judul Warga Kuta Selatan Ngaku Alami Pelecehan Seksual saat Rapid Test, Perasaanku Benar-benar Hancur
• Hanya Sekejap saja, Uang Senilai 2,1 Miliar yang Dikorupsi Pegawai Bank Habis untuk Ini