Breaking News:

Pelalawan

Pesut di Sungai Kampar Pelalawan Sudah Ada Sejak Dahulu, Pertanda Banjir dan Mitos Sebabkan Kebisuan

Cerita tentang ikan Pesut Sungai Kampar (Orcaella Breviroatris) ternyata sudah ada selama puluhan tahun dari generasi ke generasi.

Penulis: johanes | Editor: CandraDani

TRIBUNPEKANBARU.COM, PANGKALAN KERINCI- Seekor ikan lumba-lumba air tawar atau biasa disebut pesut muncul di Sungai Segati Kecamatan Langgam Kabupaten Pelalawan pekan lalu.

Informasinya viral di media dan menjadi sorotan berbagai pihak, lantaran hewan air yang sangat langka.

Akhirnya tim gabungan dari berbagai instansi termasuk Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) melakukan evakuasi dan penyelamatan.

Ikan pesut ditangkap dengan jaring khusus dan diangkut melalui jalur darat ke Sungai Kampar di Kelurahan Pelalawan Kecamatan Pelalawan, tepatnya dekat Istana Sayap.

Tim gabungan mengevakuasi pesut yang muncul di Sungai Segati Kecamatan Langgam dan kembali di rilis ke Sungai Kampar Kecamatan Pelalawan pada Sabtu (19/9/2020) pekan lalu.
Tim gabungan mengevakuasi pesut yang muncul di Sungai Segati Kecamatan Langgam dan kembali di rilis ke Sungai Kampar Kecamatan Pelalawan pada Sabtu (19/9/2020) pekan lalu. (Istimewa)

Satwa yang nyaris punah itu dirilis kembali ke Sungai Kampar yang merupakan habitatnya, dalam keadaan sehat dan lincah pada Sabtu (22/9/2020).

Cerita tentang ikan Pesut Sungai Kampar ternyata sudah ada selama puluhan tahun dari generasi ke generasi.

Keberadaan ikan dengan nama latin Orcaella Breviroatris ini sudah berlangsung lama dan menjadi habitat kedua, setelah laut ataupun air payau.

Pesut selalu muncul dan berenang di sepanjang sungai yang melewati beberapa kecamatan di Pelalawan itu.

"Biasanya satu rombongan ikan itu berjumlah lima sampai enam ekor. Mulai saya kecil, memang pesut itu sudah ada di Sungai Kampar. Berarti sudah puluhan tahun," ungkap Penghulu Kota Kecamatan Pelalawan, Edy Hanafi, kepada Tribunpekanbaru.com, Selasa (22/9/2020).

Pesut Yang Dievakuasi ke Sungai Kampar Berusia Puluhan Tahun

Penyatuan di Kecamatan Pelalawan ini bercerita, kehadiran pesut biasanya terjadi sekitar bulan Agustus hingga Oktober di Sungai Kampar yang ada di Kecamatan Pelalawan.

Apabila hewan yang dilindungi undang-undang itu muncul menjadi pertanda bahwa banjir tidak lama lagi datang.

Paling lambat air pasang besar akan tiba sekitar satu bulan sejak pesut muncul.

Ikan itu merupakan sahabat bagi nelayan, karena tidak mau mengganggu dan sangat jarang terkena jaring yang dipasang nelayan untuk menangkap ikan.

Setiap sekelompok mamalia itu muncul akan menjadi tontonan bagi masyarakat yang ada di bantaran sungai.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved