Breaking News:

Rizal Ramli ungkap Politik Transaksional, Maju Pilkada Kabupaten Setor Hingga Rp 40 Miliar

Keras, Rizal Ramli ungkap transaksi politik uang dalam proses pencalonan presiden RI.

Editor: Ilham Yafiz
Dokumentasi TRIBUNNEWS
Rizal Ramli 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Keras, Rizal Ramli ungkap transaksi politik uang dalam proses pencalonan presiden RI.

Ia mengungkapkan hal itu terjadi karena adanya aturan ambang batas syarat pencalonan presiden atau presidential threshold.

Bakal calon diminta membayar sejumlah uang ke partai politik, untuk dapat melenggang sebagai kandidat yang diusung.

Jika calon tersebut tak memiliki dana, maka mereka akan mencari bandar atau investor politik untuk pembiayaannya.

Praktik jenis ini, kata dia, sudah mendominasi nyaris 82 persen dalam setiap ajang pemilihan, baik itu pemilihan presiden maupun di level kepala daerah.

"Kasus ini bukan unik, hampir terjadi 82 persen di semua pemilihan," kata Rizal dalam sidang Mahkamah Konstitusi beragenda pemeriksaan pendahuluan yang digelar virtual, Senin (21/9/2020).

"Menurut KPK maupun Pak Mahfud itu terjadi pola begini, calon enggak punya uang, dia cari bandar, dan bandarnya yang membiayai," ungkapnya.

Sebagai gantinya, ketika yang bersangkutan menang, pihak pemodal akan diberikan imbalan berkali lipat. Bahkan, bisa lebih besar dari dana modal yang diberikan.

Kata mantan Menko Bidang Kemaritiman ini, kasus nyata yang bisa dijadikan contoh adalah tertangkapnya Bupati Kutai Timur dan istrinya.

Ia menyebut keduanya kedapatan terima sogokan dari para bandar hanya Rp 18 miliar.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved