Breaking News:

KABAR BAIK, Mulai 4 Oktober Umrah Akan Kembali Dibuka: Berikut Tahapannya

Tindakan demikian diterapkan untuk memastikan keselamatan dan melindungi manusia dari ancaman pandemi Covid-19.

Penulis: | Editor: Firmauli Sihaloho
unsplash @hydngallery
Umat muslim melaksanakan tawaf di Ka'bah sebagai bagian dari rukum Umroh dan Rukun Haji. Pemerintah Arab Saudi melakukan penundaan visa untuk ibadah Umroh guna mencegah masuknya Virus Corona. 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Bagi umat Islam di seluruh dunia, ada kabar bahagia.

Sebab, beredar informasi yang menyebutkan umat Islam akan bisa melaksanakan ibadah  umrah kembali. 

Sumber di Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi mengatakan pihak kerajaan akan mengizinkan dimulainya kembali umrah secara bertahap dan kunjungan ke Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.

Dilaporkan oleh media milik Kerajaan Arab Saudi Saudi Press Agency via Saudi Gazette, Selasa (22/9/2020), sumber tersebut mengatakan ibadah  umrah akan dimulai secara bertahap mulai 4 Oktober.

Sumber dari kementerian tersebut mengatakan, berdasarkan laporan otoritas yang berwenang, Kerajaan Arab Saudi menyetujui kemungkinan pelaksanaan Umrah dan kunjungan ke Dua Masjid Suci tersebut secara bertahap.

Dalam pelaksanaannya, tindakan pencegahan penyebaran Covid-19 dan penerapan protokol kesehatan juga diperhatikan.

Pada tahap kedua, warga dan ekspatriat di dalam Kerajaan akan diizinkan untuk melakukan  umrah, mengunjungi Rawdah di Masjid Nabawi di Madinah, dan shalat di Dua Masjid Suci mulai 18 Oktober dengan batas kapasitas 75 persen.

Demi Dapatkan Ilmu Menghilang, 2 Remaja Bongkar Makam untuk Curi Jari Kelingking Mayat

Punya Payudara Gede, Mahasiswi ini Galang Dana Untuk Memperkecil Dadanya, Ukuran Asetnya Buat Kaget

VIDEO Tentara China Mewek Nangis Sejadi-Jadinya Dikirim ke Perbatasan India

Kapasitas itu terdiri atas 15.000 jemaah  umrah per hari dan 40.000 jemaah shalat per hari dengan mengikuti protokol kesehatan di Masjidil Haram, serta 75 persen dari kapasitas untuk Rawdah di Masjid Nabawi.

Pada tahap ketiga, jemaah dari luar negeri akan diizinkan untuk melakukan  umrah mulai 1 November dengan kapasitas 20.000 jemaah  umrah dan 60.000 jemaah shalat per hari.

Pembatasan jumlah jemaah tersebut akan berlanjut hingga berakhirnya pandemi virus corona atau pengumuman tingkat kebahayaan Covid-19 sudah selesai.

Kedatangan jemaah Umrah dan pengunjung dari luar kerajaan akan dilakukan secara bertahap dari negara-negara yang bebas dari risiko kesehatan terkait pandemi virus corona, tambah sumber tersebut.

Megawati-Puan Jadi Jukram Gibran diPilkada Solo, Bagaimana Prabowo?

Pengakuan Ruben Onsu, Pernah Berniat Bunuh Diri Tapi Diselamatkan oleh Suara Betrand Peto

GAWAT! Puluhan Karyawan Kanwil dan Kacab BRI Padang Positif Covid-19, ini Akibatnya

Tahap keempat akan memungkinkan pelaksanaan umrah, kunjungan, dan shalat oleh warga negara dan ekspatriat dari dalam dan luar Kerajaan dengan kapasitas 100 persen dari Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.

Namun, otoritas berwenang menggarisbawahi hal itu dilakukan jika risiko pandemi virus corona telah benar-benar menghilang.

Sementara itu, masuknya jemaah  umrah dan pengunjung diatur melalui aplikasi (Etamarna) yang akan diluncurkan oleh Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bogor
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved