Breaking News:

Pencuri di Kampar Ketahuan dan Dipukuli Warga Hingga Meninggal, yang Memukul Ditangkap Polisi

Penangkapan dilakukan pihak kepolisian, Selasa (22/9/2020) saat pelaku berinisial MM (43) berada disekitar SMP 3 Tambamg Desa Tarai.

Penulis: Ikhwanul Rubby | Editor: Ariestia
Net
Ilustrasi 

TRIBUNPEKANBARU.COM, BANGKINANG - Tim gabungan Polres Kampar bersama Polsek Tambang mengamankan salah satu pelaku persekusi yang menyebabkan korban meninggal dunia di Desa Parit Baru Kecamatan Tambang

Penangkapan dilakukan pihak kepolisian, Selasa (22/9/2020) saat pelaku berinisial MM (43) berada disekitar SMP 3 Tambamg Desa Tarai.

Perbuatan presekusi dilakukan pelaku kepada seorang pencuri yang kedapatan mencuri mesin pompa air oleh warga di Desa Parit Baru awal Agustus lalu.

Warga yang kesal terhadap pelaku pencurian menghakiminya dengan cara memukul.

Akibat ini pencuri sekaligus korban presekusi ini mengalami luka parah dan dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah Arifin Ahmad.

"Atas kejadian presekusi ini Polsek Tambang di Backup Reskrim Polres Kampar melakukan penyelidikan atas kejadian tersebut, tim telah melakukan olah TKP, memeriksa sejumlah saksi dan juga memintakan visum dan otopsi terhadap korban," kata Kasatreskrim Polres Kampar, AKP Fajri.

Ia mengatakan berdasarkan dari hasil penyelidikan oleh Tim Gabungan Polres Kampar dan Polsek Tambang, pada Selasa malam (22/9) didapat infomasi dari masyarakat bahwa salah satu pelaku inisial MM alias KM berada di Desa Parit Baru.

Selanjutnya Tim melakukan kordinasi dengan Kasat Reskrim AKP Fajri SH, SIK dan Kapolsek Tambang IPTU Tito Laragatra SIK serta Kanit Reskrim IPDA Albert Sitompul SH, untuk memimpin penangkapan terhadap tersangka MM.

Menjelang tengah malam Tim gabungan berhasil menangkap MM alias KM di sekitar SMP 3 Tambang wilayah Desa Tarai, dari hasil introgasi terhadap KM dirinya mengakui melakukan persekusi terhadap korban Mulyadi, selanjutnya yang bersangkutan dibawa ke Polsek Tambang untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

AKP Fari mengatakan pihaknya masih melakukan pengembangan atas kejadian ini untuk mencari pelaku lain yang terlibat. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved