Breaking News:

Pilkada Serentak 2020 di Riau

KPU Kuansing Sebut Rapat Umum dan Konser Dilarang, Door to Door Dinilai Efektif untuk Kampanye

ketua KPU Kuansing, Irwan menegaskan model kampanye yang diperbolehkan pada Pilkada 2020 yakni daring dan juga dialogis.

Penulis: Dian Maja Palti Siahaan | Editor: CandraDani

TRIBUNPEKANBARU.COM, TELUK KUANTAN - KPU Kuansing menegaskan rapat umum dan konser dilarang untuk kampenye Pilkada 2020 termasuk Pilkada Kuansing. Hal itu sudah menjadi peraturan KPU (PKPU).

"Sudah ada aturan PKPU baru. Rapat umum dan konser dilarang untuk kampanye," kata ketua KPU Kuansing, Irwan Yuhendi, Minggu (27/9/2020).

Hal ini pun sudah disampaikan kepada para paslon dan tim sukses masing-masing pada Jumat lalu (25/9/2020).

Sebelumnya, KPU Pusat memberi lampu hijau terhadap pemggunaan model rapat umum dan konser untuk kampanye di saat pandemi covid-19 terjadi.

Hal ini pun menjadi kecaman berbagai pihak.

VIDEO: Dapat Nomor Urut 3 di Pilkada Kuansing, Paslon HK: Penentu Kemenangan Bukan Nomor Urut

Petahana Dapat Nomor Urut 3 pada Pilkada Kuansing 2020, Halim: Nomor Urut Tak Menentukan Kemenangan

KPU Kuansing sudah menggelar pencabutan nomor urut pasangan calon (Paslon) Pilkada 2020, Kamis (24/9/2020).
KPU Kuansing sudah menggelar pencabutan nomor urut pasangan calon (Paslon) Pilkada 2020, Kamis (24/9/2020). (Istimewa)

Hingga akhirnya KPU memutuskan melarang penggunaan rapat umum dan kanser dalam kampanye.

Irwan mengatakan model kampanye yang diperbolehkan pada Pilkada 2020 yakni daring dan juga dialogis.

Untuk metode dialogis juga ada batasan peserta.

"Kalau dialogis itu paling banyak 50 orang," katanya.

VIDEO Paslon ASA Sebut Nomor Urut 1 Barokah di Pilkada Kuansing 2020

Petahana Dapat Nomor Urut 2 pada Pilkada Kuansing 2020, Mursini: Nomor Urut yang Sesuai Keinginan

Aturan ini, katanya, sudah disampaikan ke setiap Paslon.

Pihaknya pun berharap Paslom dan tim sukses bisa menerapkan protokol kesehatan dalam kampanye Pilkada.

Bidang Perencanaan dan Pemenangan tim Paslon Mursini- ndra Putra, Zulhendri pun membenar aturan KPU tersebut.

"Ngak bisa konser sama rapat umum lagi. Maksimal pun 50 orang," kata Zulhendri, Minggu (27/9/2020).

Dengan aturan tersebut, katanya, sistem kampenye door to door (pintu ke pintu) pemilih, lebih efektif dilakukan. Apalagi disaat pandemi saat ini.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved