Breaking News:

Pernah Dilaporkan Bawa Lari Anak Orang, Rekam Jejak Pelaku Pelecehan di Bandara Soetta Kian Terkuak

Jauh sebelum kasus pelecehan di Bandara Soetta, EFY pernah dilaporkan oleh orangtua E, pada 2018 lalu ke Polda Sumatera Utara.

Editor: CandraDani
TRIBUNJAKARTA.COM/EGA ALFREDA
Tersangka dokter mesum, EF, berhasil ditangkap Satreskrim Polresta Bandara Soekarno-Hatta di bilangan Balige, Kabupaten Toba, Sumatera Utara dan sudah mendarat di Terminal 2E Bandara Soekarno-Hatta, Jumat (25/9/2020). 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Pelaku penipuan dan pelecehan seksual terhadap LHI seorang perempuan yang menjalani rapid test di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), yakni EFY telah berhasil dibekuk polisi.

EFY yang mengaku sebagai dokter itu ditangkap tim gabungan Polresta Bandara Soetta di Balige, Sumatera Utara, Jumat (25/9/2020) dinihari.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan saat ditangkap di Balige, Sumatera Utara, tersangka EFY bersama dengan seorang wanita berinisial E, dan seorang anak kecil.

"Wanita berinisial E, dan anak kecil itu, diakui tersangka sebagai istri dan anaknya," kata Yusri, Senin (28/9/2020).

Pelaku Mengaku Bernama Randi dan Wisnu, 8 Mahasiswi UIN Ini Diteror Panggilan Video Cabul

Namun setelah dilakukan kroscek oleh polisi, kata Yusri, justru terungkap bahwa EFY pernah dilaporkan oleh orangtua E, pada 2018 lalu ke Polda Sumatera Utara.

"EFY dilaporkan oleh orang tua E, karena telah membawa lari anak perempuannya yakni E itu," kata Yusri.

Menurut Yusri, saat ini orangtua E atau pelapor, sudah meninggal dunia.

"Bagaimana soal pelaporan kasus itu, masih jalan, dan bisa ditanyakan ke Polda Sumut," kata Yusri.

Yang pasti katanya Polresta Bandara Soetta menangani kasus pencabulan dan penipuan yang dilakukan EFY ke LHI.

"Dari hasil penyelidikan juga diketahui bahwa EFY ini belum dokter. Ia adalah sarjana kesehatan, masih menjadi Koas untuk mendapatkan sertifikasi dokter," kata Yusri.

Polisi Tewas Saat Kejar Pencuri Sawit, Bripka Andi Tertindih Mobil dan Meninggal di Tempat

Meski bukan dokter, kata Yusri, dalam surat hasil rapid test bagi calon penumpang pesawat di Bandara Soetta, EFY selalu menuliskan gelar dokter di depan namanya.

"Jadi ia direkrut PT Kimia Farma sebagai petugas kesehatan dan bukan dokter, untuk menangani rapid test calon penumpang di Bandara Soetta. Semacam relawan kesehatan yang direkrut," kata Yusri.

Sebelumnya Yusri mengatakan sudah 15 saksi diperiksa penyidik Polresta Bandara Soetta, terkait kasus penipuan dan pelecehan seksual oleh petugas kesehatan terhadap seorang perempuan yakni LHI, saat menjalani rapid test di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) beberapa waktu lalu.

"Sudah 15 saksi kita lakukan pemeriksaan termasuk korban dan ada rekan dekat korban juga, serta beberapa ahli. Saksi ahli termasuk P2TP2A Gianyar karena pada saat kita lakukan pemeriksaan di Bali, pelapor diperiksa juga di P2TP2A untuk psikologisnya," kata Yusri di Mapolda Metro Jaya, Jumat (25/9/2020).

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved