Breaking News:

PSBM Tak Menpan di Tampan, Walikota Pekanbaru: Warga akan Diawasi 400 Anggota TNI dan Satpol PP

Jumlah personel pada PSBM tahap awal mencapai 400 orang. Kita nantinya bakal optimalkan personel gabungan di tiap kecamatan dan kelurahan

Penulis: Fernando | Editor: Nolpitos Hendri
Tribun Pekanbaru/Ilustrasi/Nolpitos Hendri
PSBM Tak Menpan di Tampan, Walikota Pekanbaru: Warga akan Diawasi 400 Anggota TNI dan Satpol PP 
 
TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Walikota Pekanbaru, Firdaus menegaskan bahwa pembelakuan Pembatasan Sosial Berskala Mikro (PSBM) di empat kecamatan terhitung, Rabu (30/9/2020).
PSBM tidak cuma digelar di Tampan, tapi juga di Marpoyan Damai, Bukit Raya dan Payung Sekaki.

Pemberlakuan PSBM ini sesuai dengan regulasi yang sudah ada.
Ia menyebut pemberlakuannya sesuai Perwako No.160 tahun 2020 tentang PSBM.

Pemerintah kota sudah mempersiapkan surat keputusan PSBM di Marpoyan Damai, Bukit Raya dan Payung Sekaki.

"Kita tetap menggunakan perwako 160," paparnya, Selasa (29/9/2020).

Menurutnya, sistem pelaksanaan PSBM tahap II di Tampan dan PSBM di tiga kecamatan lainnya bakal lebih efektif.
Ia menyebut Polresta Pekanbaru, TNI dan Satpol PP Pekanbaru menyiapkan sistem pengawasan selama PSBM.

Apalagi penerapannya bakal berlangsung selama 14 hari mendatang.
Satgas Provinsi Riau mendukung PSBM.

Dukungan Pemerintah Provinsi Riau untuk mempertegas dukungan kabupaten/kota untuk pengendalian covid-19.

Plt Kepala Satpol PP Kota Pekanbaru, Burhan Gurning mengaku perlu penambahan personel pada PSBM ini.

Ia menyebut perlu banyak personel gabungan dalam PSBM yang berlangsung di empat kecamatan sekaligus.
Jumlah personel pada PSBM tahap awal mencapai 400 orang.

"Kita nantinya bakal optimalkan personel gabungan di tiap kecamatan dan kelurahan," paparnya.

Camat Tampan, Abdul Barri tidak menampik kasus positif covid-19 di Kecamatan Tampan masih tinggi.
Ia berupaya mengoptimalkan PSBM tahap dua di kecamatan itu.

Apalagi sudah dibentuk tim satgas di setiap kelurahan.
Mereka membantu tim Satgas Kota Pekanbaru membantu pengawasan aktivitas masyarakat selama PSBM.

Abdul menyebut bahwa program untuk Bantuan Sosial Tunai (BST) dari pemerintah pusat ditunda sementara penyalurannya di Tampan.
Ia menyebut masih banyak masyarakat belum mengambil BST.

Pihak kecamatan menyurati kantor pos untuk menunda penyaluran BST di Kecamatan Tampan.
Proses penyaluran BST bisa memicu munculnya kerumunan.

"Kita tunda pemberian BST karena pelaksanaan PSBM di Kecamatan Tampan,"jelasnya.
Orang Terjaring Dalam Razia Masker di Jalan Soekarno-Hatta
Sebelas orang terjaring dalam razia masker di Jalan Soekarno-Hatta, Kota Pekanbaru, Selasa (29/9/2020).
Petugas menjaring pelanggar dalam razia di depan SD Darma Yudha itu.

Mereka kena sanksi sesuai Peraturan Walikota Pekanbaru No.130 tahun 2020 tentang Prilaku Hidup Baru dan Masyarakat Produktif dan Aman Covid-19.
Ada sebelas orang terjaring dalam razia tersebut.

Delapan orang memilih sanksi kerja sosial.
Tiga lainnya cuma diberi teguran saja karena membawa masker.

"Kita kenakan sanksi sesuai perwako kita," papar Plt Kepala Satpol PP Kota Pekanbaru, Burhan Gurning kepada Tribun, Selasa sore.

Burhan menyebut razia serupa juga digelar di titik yang sama beberapa waktu lalu.
Namun masih saja ada pelanggar yang tidak memakai masker saat melintas di kawasan itu.

Dirinya menyebut ada penurunan dibanding razia sebelumnya.
Saat ini sempat terjaring puluhan pelanggar di sana.

"Mudah-mudahan lah, penurunnya kan drastis nih.
Tidak seperti kemarin," ujarnya.

Burhan berharap tidak ada lagi masyarakat yang melanggar.
Ia meminta masyarakat terapkan 4 M.

Masyarakat bisa memakai masker, menjaga jarak, menjaga kebersihan dan menghindari kerumuman.
(Tribunpekanbaru.com/Fernando Sikumbang) 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved