Breaking News:

Untuk Hapus Red Notice Djoko Tjandra, Irjen Napoleon Rela 'Jual' Jabatan Rp 3 M Lalu Menjadi Rp 7 M

Penyidik yang menangani kasus ini pun mengaku punya bukti-bukti terkait pencairan uang tersebut yang dilakukan secara bertahap.

Editor: Firmauli Sihaloho
Tribun Pekanbaru/Tribunnews.com
EMOSI Saat Rekonstruksi Penghapusan Red Notice Djoko Tjandra, Ini Alasan Irjen Napoleon Bonaparte 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Kadiv Hubinter Polri Irjen Napoleon Bonaparte ditelanjangi.

Hal itu terkuak saat Irjen Napoleon Bonaparte mengikuti sidang praperadilan yang di  di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Irjen Napoleon yang ditetapkan sebagai tersangka dugaan suap Djoko Tjandra untuk menghapus red notice melawan institusinya dengan mengajukan gugatan praperadilan Polri.

Semula Polri enggan membeber besaran dugaan uang suap yang diterima Irjen Napoleon dari Djoko Tjandra dan meminta publik menunggu di persidangan.

Humas Polri Brigjen Pol Awi Setiyono di Bareskrim Polri, Jakarta, Selasa (25/8/2020) malam mengatakan, "Nominalnya nanti itu sudah masuk ke materi.

Saya tidak bisa sampaikan, sesuai dengan pasal 17 UU Keterbukaan Informasi Publik ada hal yang tidak perlu kami sampaikan di sini.

Itu nanti rekan-rekan akan terbuka semuanya di pengadilan."

Tak Mau Akan Diceraikan Suami, Mama Muda Ini Minum Air Keras Lalu Nyebur ke Sungai

Bertambah 2 Pasien Positif Covid-19 di Kuansing dari Klaster Puskesmas

Tolak Berunding, Azerbaijan dan Armenia Siap Perang Habis-habisan? Hingga Kini Masih Saling Tuduh

tribunnews
Brigjen Prasetijo dan Irjen Napoleon (dok/kolase)

Namun dalam sidang praperadilan di PN Jakarta Selatan, tim Hukum Bareskrim Polri menjawab dalil permohonan praperadilan yang diajukan Irjen Napoleon Bonaparte terkait kasus penghapusan red notice terpidana Djoko Tjandra.

Menurut keterangan Tim hukum Bareskrim Polri, ada permintaan uang sebesar Rp 7 miliar dari Irjen Napoleon Bonaparte kepada Djoko Tjandra lewat orang suruhannya, Tommi Sumardi, untuk keperluan penghapusan red notice.

"Irjen NP tidak mau menerima uang yang disediakan, dan meminta sebesar Rp 7 miliar," kata salah satu anggota tim hukum Bareskrim Polri dalam sidang lanjutan praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (29/9/2020).

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved