Breaking News:

Kepulauan Meranti

ABK Sengaja Kandaskan Kapal, Bawang Ilegal Asal Malaysia Diamankan di Perairan Kepulauan Meranti

Bea Cukai Amankan Kapal Berikut Bawang dan Barang Ilegal Lainnya Asal Malaysia Di Perairan Kepulauan Meranti

Penulis: Teddy Tarigan | Editor: CandraDani

TRIBUNPEKANBARU.COK, MERANTI - Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Tipe Madya Pabean C Bengkalis melakukan penegahan barang masuk secara ilegal dari Malaysia. Barang yang diamankan adalah bawang merah dan barang campuran ilegal lainnya.

Kepala Kantor Bea Cukai Bengkalis melalui Kepala Seksi Kepatuhan Internal dan Kehumasan Bea Cukai Bengkalis, Mulia Pangihutan Sinambela penegahan dilakukan pada Rabu (30/9/2020) sekira pukul 20.30 WIB berlokasi di Desa Kedabu Rapat, Kabupaten Kepulauan Meranti.

Tiba-tiba Pelayanan Rawat Jalan di RSUD Meranti Dihentikan Sebab 3 Tenaga Kesehatan Positif Covid-19

"Tim BC Bengkalis bersama dengan Kanwil BC Riau dan Kanwilsus BC  Kepulauan Riau yang tergabung dalam kegiatan Patroli Jaring Sriwijaya berhasil melakukan penindakan terhadap penyelundupan bawang merah dan barang campuran lainnya asal Malaysia," ujar Mulia Kepada Tribun Jumat (2/10/2020)

Penindakan terhadap barang-barang ilegal ini berawal dari Nota Intelijen dan Informasi Tim Kanwilsus BC Kepulauan Riau bahwa akan ada kapal kayu yang datang dari Malaysia dengan muatan bawang merah dan barang campuran lainnya memasuki wilayah Perairan Selatpanjang

Berdasarkan informasi tersebut, Tim Gabungan melakukan kegiatan pendalaman informasi dan diketahui bahwa lokasi pembongkaran akan dilakukan di sekitar Desa Melai sampai dengan Desa Senyongkong.

Kerahkan 191 Personel Gabungan untuk Amankan Tahapan Kampanye Pilkada Kepulauan Meranti

Kemudian tim memutuskan untuk melakukan penyisiran sepanjang bibir pantai Desa Melai dan Desa Senyongkong.

"Setelah melakukan penyisiran selama 3 jam, tim mendapati kapal kayu yang kandas di wilayah perairan Desa Kedabu Rapat. Dengan sigap tim segera melakukan pemeriksaan," terang Mulia.

Tim mendekati kapal kayu tersebut menggunakan Kapal Patroli BC 10010 namun jarak maksimal hanya 100 meter.

Alhasil tim memutuskan untuk menyewa kapal kecil agar dapat merapat dekat dengan kapal kayu tersebut.

Pukul 05.00 WIB Tim berhasil merapat dan langsung melakukan pemeriksaan.

RAPBD 2020 Turun 2,78 Persen, KUA PPAS Kepulauan Meranti Resmi Disepakati

Setelah dilakukan pemeriksaan, tim tidak menemukan nahkoda dan anak buah kapal (ABK) kapal kayu tersebut.

"Tim juga mendapati kondisi kapal yang sengaja dirusak pada bagian mesin (air cooler), sehingga menyebabkan air masuk ke bagian palka bawah kapal. Tim menemukan papan nama kapal yang sudah dilepas, dan bendera Malaysia," tutur Mulia.

Selain itu, tim juga mendapati bahwasanya sebagian muatan kapal yang merupakan bawang merah dan barang campuran lainnya telah dibongkar.

Setelah mesin diperbaiki dan air telah dikuras, Tim kemudian membawa kapal beserta muatannya menuju Kantor bantu BC Selat Panjang untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Pemkab Meranti Salurkan Beras Kepada 400 Kepala Keluarga Terdampak Covid 19

Adapun barang-barang tersebut telah dicacah dan telah dijadikan sebagai barang bukti penindakan adalah sebagai berikut;

Kapal Kayu Tanpa Nama 1 Unit, Bawang Merah 230 Bags, Bawang Putih 60 Bags, Ban Motor 250 Pieces, Sabun Cuci Merek Depes 4 Packages, Tali Rafia 8 Bags, Snack Mi-Mi 2 Bags.

Selai itu ada Sarden Merek TLC 60 Packages, Tauco 8 Case, Kantong Plastik Merek Asoy 5 Bags, Asam Jawa
1 packages, Pemutih Pakaian 1 Packages, Sabun Mandi 2 Packages, Minuman China 1 Packages, dan Kecap Asin 90 Packages.

"Untuk mendalami kegiatan penyelidikan, keseluruhan barang bukti penindakan dibawa ke Kantor Bea Cukai Bengkalis." Pungkas Mulia. (tribunpekanbaru.com/ Teddy Tarigan)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved