Breaking News:

Berita Riau

Kejati Riau Segera Tentukan Sikap Terkait Pengusutan Dugaan Korupsi Proyek Jalan di Meranti

Hasil pengecekan tim ahli konstruksi, nantinya akan menjadi salah satu poin untuk memastikan kelanjutan penanganan perkara yang sedang diusut ini.

Penulis: Rizky Armanda | Editor: CandraDani

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU-Pengusutan dugaan korupsi proyek peningkatan Jalan Pelabuhan Peranggas-Sungai Kayu Ara, di Kabupaten Kepulauan Meranti, akan segera memasuki babak baru.

Hal ini terkait dengan kelanjutan penanganan perkaranya, apakah bisa dinaikkan ke tahap penyidikan atau tidak.

Mengingat saat ini pengusutan perkara masih ditahap penyelidikan.

"Untuk dugaan korupsi Meranti, kita tunggu info dari tim penyelidik. Diperkirakan dalam bulan ini sudah ada sikap untuk kelanjutan (penanganan) ke depan," jelas Asisten Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Riau, Hilman Azazi, Sabtu (3/10/2020).

Dipaparkannya, sejumlah orang sudah dimintai keterangan terkait pengusutan dugaan rasuah tersebut.

"Ini masih penyelidikan," tuturnya.

Penggunaan APBD Meranti Refocusing, OPD Diminta Segera Laporkan Serapan Anggaran Dana Covid-19

Sebelumnya, Kejati Riau juga sudah meminta bantuan dari tim tenaga ahli konstruksi.

Mereka dilibatkan guna melakukan pengecekan berbagai aspek dari proyek tersebut.

"Tenaga ahli konstruksi dari Medan. Untuk mengecek spesifikasi. Mulai dari kuantitas, kualitas (pengerjaan)," kata Hilman, Selasa (14/7/2020) lalu.

Untuk diketahui, jalan tersebut merupakan penghubung 4 desa di 2 kecamatan yang ada di Kabupaten yang termasuk penghasil sagu terbesar di Indonesia itu.

Kondisi jalan tersebut kabarnya mengalami kerusakan dan mulai terkelupas di beberapa titik.

Pemkab Meranti Salurkan Beras Kepada 400 Kepala Keluarga Terdampak Covid 19

Proyek peningkatan jalan itu dilaksanakan menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) Penugasan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Kepulauan Meranti Tahun Anggaran (TA) 2018.

Satuan Kerja (Satker) yang menaungi pengerjaan proyek itu adalah Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Kepulauan Meranti.

Sementara perusahan yang mengerjakan adalah PT Andam Dewi Lestari, dengan nilai kontrak sebesar Rp18.678.798.388.

Disebutkan Hilman lagi, hasil pengecekan tim ahli konstruksi, nantinya akan menjadi salah satu poin untuk memastikan kelanjutan penanganan perkara yang sedang diusut ini.

"Kalau di penyelidikan itu, tak perlu kongkrit. Kalau kerugian diperkirakan 10, tapi dapatnya 2, kita jalan (lanjut ke tahap berikutnya)," ungkap Hilman.

Lebih jauh dipaparkannya, hal lain yang juga akan didalami, yakni mens rea atau niat jahat dari pihak yang bertanggung jawab dalam proyek tersebut.

"Apakah ini ada mens rea, atau ini keteledoran dalam pekerjaan, kita tunggu kesimpulan dari tim (penyelidik)," ucapnya. (Tribunpekanbaru.com/Rizky Armanda)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved