Breaking News:

Terlilit Utang 29 Pinjol, Pasutri di Karimun Nekat Tilap Uang Pelanggan PLN, Ngakunya Mitra PT Pos

Penyidik Satreskrim Polres Karimun yang menetapkan tersangka berinisial Na (27), menemukan jika tersangka tersandung dengan 29 akun peminjaman online.

TRIBUNPEKANBARU.COM - Kasus dugaan penipuan dan penggelapan pembayaran uang tagihan listrik pelanggan di Karimun, kini menjadi atensi polisi.

Setelah menetapkan Na (27), wanita sebagai tersangka dalam kasus ini, polisi menetapkan Ya (35), suami Na sebagai tersangka baru.

Jadilah pasutri (pasangan suami istri) di Karimun ini mendekam di jeruji dalam waktu bersamaan karena terjerat kasus dugaan penipuan dan penggelapan.

Adapun peran Ya, dia turut serta membantu Na dalam menjalankan aksinya. Dia bertugas menyetor uang yang dibayarkan oleh pelanggan ke Agen Baran Rezeki.

Belakangan, uang listrik yang sudah dibayarkan pelanggan ke agen mereka, bukannya disetor ke PLN, tetapi digunakan untuk keperluan lain.

"Suami saya yang menyetorkan uang," kata wanita bertubuh mungil itu saat ditanya Kapolres Karimun, AKBP Muhammad Adenan, Jumat (2/10/2020).

Sementara Ya mengatakan, dirinya membantu Na karena sudah tidak lagi bekerja.

"Saya sudah 4 bulan tidak bekerja," kata Ya kepada Adenan.

Dari hasil pemeriksaan polisi, Na telah menggelapkan pembayaran tagihan listrik pelanggan PLN sebesar Rp 68.256.000.

"Kita mendata ada 92 korban," kata Adenan yang didampingi Kasat Reskrim Polres Karimun, AKP Herie Pramono.

Sementara modus operasi Na yakni membuka agen pembayaran dari pelanggan PLN, BPJS dan air.

Namun satu bulan ke belakang, Na tetap menerima pembayaran dari pelanggan PLN tapi tidak menyetorkannya ke PLN.

Halaman
1234
Editor: CandraDani
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved