Breaking News:

GAWAT, Positivity Rate Covid-19 Indonesia 3 Kali Lebih Banyak Dibanding Standar WHO

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengakui angka positivity rate di Indonesia masih tiga kali lebih besar dari standar WHO.

Editor: Ilham Yafiz
istimewa
Tim Pakar Gugur Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito. 

Padahal angka positivity rate ini sangat penting untuk melibat sejauh mana suatu daerah mampu mengendalikan wabah Covid-19 ini.

Jika angkanya di atas nasional yang ditetapkan oleh WHO maka daerah tersebut masuk dalam daerah yang tidak terkendali penyebaran virusnya.

"Tapi kalau kita lihat di Riau ini tidak bisa kita simpulkan menggambarkan kondisi rill di masyarakat, karena yang diperiksa itu kan sebagian besar adalah yang kontak dengan pasien positif," sebutnya.

Wildan mencontohkan, jika dalam satu hari ditemukan 200 kasus, maka petugas minimal melakukan pemeriksaan terhadap lima orang terdekat yang kontak erat dengan pasien tersebut.

Artinya, dalam satu hari itu saja sudah ada 1000 orang yang diperiksa dari hasil kontak tracing.

Meskipun kata Wildan lima orang kontak tracing tersebut sangat kecil.

Sebab itu baru dari orang-orang yang tinggal satu rumah dengan pasien.

Belum termasuk rekan kerja, tetangga atau orang-orang yang pernah melakukan kontak dengan pasien positif diluar keluarga inti yang tinggal satu rumah dengan pasien.

"Belum lagi swab untuk follow up pasien yang positif untuk mengecek sudah sembuh apa belum.”

“ Jadi kapasitas labor kita kan lebih kurang 1.500 per hari, habis untuk itu aja, makanya positivity rate di tempat kita ini tinggi jadinya," ujarnya.

Lalu bagaimana agar angka positivity rate tersebut bisa turun, Wildan menyarankan agar pemerintah provinsi dan kabupaten kota gencar melakukan swab massal di tengah masyarakat.

Jadi tidak hanya fokus ke kontak tracing saja.

Namun jika ini dilakukan, yang menjadi kendalanya adalah pemeriksaan di labor yang terbatas.

Sehingga akan terjadi antrean panjang sampel yang menunggu untuk diuji,

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved