Breaking News:

Black Champaign di Medsos, Pengacara Paslon Hartop Laporkan Pemilik Akun Facebook Danny Anwar

Setelah memasuki masa kampanye Pilkada serentak 2020, black champaign atau kampanye hitam dan ujaran kebencian mulai muncul di media sosial

Penulis: pitos punjadi | Editor: Nolpitos Hendri
Tribun Pekanbaru/Ilustrasi/Nolpitos Hendri
Black Champaign di Medsos, Pengacara Paslon Hartop Laporkan Pemilik Akun Facebook Danny Anwar 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Setelah memasuki masa kampanye Pilkada serentak 2020, black champaign atau kampanye hitam dan ujaran kebencian mulai muncul di media sosial.

Hal ini sudah diwanti-wanti Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), karena sangat rentan terjadi saat perhelatan pemilihan Kepala Daerah.

Seperti yang terjadi di Rokan Hulu (Rohul), pengacara Paslon Hamulian - Syahril Topan atau disingkat Hartop sudah melaporkan akun media sosial Facebook atas nama Danny Anwar karena diduga melakukan fitnah dan pencemaran nama baik.

Melalui akun tersebut disampaikan pesan yang menyudutkan nama Calon Wakil Bupati Syahril Topan, dimana yang bersangkutan dituduh sebagai preman dan tuduhan lain yang menyudutkan individu.

Karena merasa terganggu dengan fitnah dan tuduhan tersebut, Syahril Topan melalui pengacaranya melaporkan akun Facebook tersebut.

"Kami sudah melaporkan ke pihak kepolisian dan meminta ini diusut karena sudah mengarah kepada pencemaran nama baik serta ada fitnah yang tidak berdasar di sana," ujar Pengacara Akhirudin Harahap kepada tribunpekanbaru.com Jumat (9/10/2020).

Menurut Akhiruddin pihaknya sudah melaporkan ke Polres Rohul dengan Surat laporan dengan Nomor: 054/PDTP/ADV/X/2020, dengan Kuasa Khusus, No 53/SK/AHR-ADV/X/2020, Tanggal 4 Oktober 2020.

Black Champaign di Medsos, Pengacara Paslon Hartop Laporkan Pemilik Akun Facebook Danny Anwar
Black Champaign di Medsos, Pengacara Paslon Hartop Laporkan Pemilik Akun Facebook Danny Anwar (Tribun Pekanbaru/Ilustrasi/Nolpitos Hendri)

"Atas dugaan tindak pidana pencemaran nama baik, sebagaimana dimaksud pada pasal 27 Ayat 3 UU No 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik Jo Pasal 311 KUH Pidana,"ujar Akhirudin.

Tidak hanya pihak Kepolisian, pihak Hartop juga meminta agar Bawaslu melakukan pengawasan dan penindakan yang dilakukan oknum yang sengaja merusak suasana Pilkada yang damai tersebut.

Sementara itu Ketua Bawaslu Riau Rusidi Rusdan menghimbau kepada masyarakat bila menemukan adanya ujaran kebencian pencemaran nama baik melalui media sosial terkait Pilkada untuk melaporkan ke Bawaslu.

"Silahkan dilaporkan dan tentunya akan kami dalami bila masuk dalam pidana pemilu,"ujarnya.

Diakui Rusidi ujaran kebencian di media sosial sangat rentan terjadi saat Pilkada dan Pemilu, sehingga pihaknya di pengawasan juga sudah menyiapkan tim patroli medsos untuk memantau adanya dugaan kampanye hitam dan pencemaran nama baik lainnya itu.

"Kami juga ada tim yang melakukan pemantauan melalui media sosial, dan akan lebih intensif lagi memantau,"ujarnya.

Saat ini Bawaslu juga sedang mendalami dugaan pidana pencemaran nama baik di Pelalawan dan dugaan money politik juga di Pelalawan.(Tribunpekanbaru.com / Nasuha Nasution)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved