Breaking News:

Siak

Dua Rumah Kontrakan di KM 55 Dayun Siak Dilalap Si Jago Merah

Awalnya ada api dari bagian depan rumah, kemudian dengan cepat merambat ke seluruh bagian bangunan.

Penulis: Mayonal Putra | Editor: Sesri
Tribunpekanbaru/Mayonal putra
Rosminar, korban kebakaran di Km 55 Dayun dijumpai Alfedri, Kamis (8/10/2020) malam. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, SIAK - Dua pintu rumah kontrakan di pasar KM 55, RT 28 RK 11, kampung Sawit Permai, kecamatan Dayun, kabupaten Siak dilalap si jago merah, Kamis (8/10/2020). Peristiwa itu mengejutkan warga sekitar.

Rosminar br Marbun yang tinggal di rumah itu kaget. Awalnya ada api dari bagian depan rumah, kemudian dengan cepat merambat ke seluruh bagian bangunan. Padahal ia baru saja mengistirahatkan diri di dalam kamar.

"Saya istirahat tidur. Sekitar pukul sembilan (malam) tiba-tiba ada api di bagian depan, selintas saya melihat ada 2 anak-anak di bagian depan, saya sangat kaget," kata Rosminar di sela-sela petugas pemadam kebakaran bekerja.

Karena kaget melihat api yang membesar, ia pun langsung berhamburan keluar rumah sambil berteriak minta tolong.

Ia berupaya keras menyelamatkan barang-barangnya dan memadamkan api dengan peralatan ember.

GAWAT! Kejati Riau Temukan Pelanggaran Pidana, Dugaan Tipikor Bansos Siak Naik ke Tahap Penyidikan

Kabupaten Siak Zona Merah Covid-19, PSBM Diterapkan di Tualang

Kapolsek Koto Gasib Siak Panen Ikan, Warga Sekitar Kecipratan Dapat Jatah

Namun, Rosminar tak berhasil menyelamatkan perkakasnya dan api meluluhlantakkan bangunan kayu itu. Warga sekitar panik dan berupaya memadamkan dengan peralatan rumah tangga.

"Saya menjual bensin ketengan di tepi jalan lintas. Pukul enam (sore) saya bawa ke rumah. Mungkin karena ada bensin api semakin cepat membesar," urai Rosminar.

Saat berjuang untuk menyelamatkan barang-barangnya, api sempat mengenainya, sehingga sebagian rambutnya hangus. Namun Rosminar dapat selamat pada kejadian itu.

"Saat api membesar dan mulai memakan semua bangunan datang pemadam kebakaran," kata dia.

Api berhasil dipadamkan petugas Damkar namun rumah kontrakan itu sudah rata dengan tanah. Warga masih terus membantu dan menguatkan Rosminar dan anaknya Manurung.

"Hanya baju di badan saja yang tinggal, Pak," kata Rosminar dengan air mata berlinang.

Kejadian itu telah merenggut kepunyaan Rosminar, termasuk surat-surat dan adminitrasi kependudukannya. Rosminar menceritakan kronologi kejadian kepada aparatur desa setempat di lokasi kejadian. Ia tampak lusuh, tanpa alas kaki dan tubuhnya masih gemetar.

"Tolong kami pak, kami sudah tak punya apa-apa," kata dia.

Rosminar belum lama tinggal di rumah kontrakan itu. Ia tinggal di sana dengan anak bujangnya, Manurung.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved