Breaking News:

Video Berita

VIDEO Baku Hantam Mahasiswa Dengan Aparat Dalam Rusuh Unjukrasa UU Cipta Kerja di Rohul

Pantauan di lapangan, nampak sejumlah mahasiswa membakar ban dan melakukan aksi teatrikal dengan memecahkan botol di kepala

TRIBUNPEKANBARU.COM-- Ratusan mahasiswa dari berbagai kampus mendatangi gedung DPRD Rokan Hulu di Kecamatab Rambah, Pasir Pangaraian pada Kamis (8/10) siang.

Massa yang tergabung bersama sejumlah elemen masyarakat, organisasi mahasiswa, Kelompok Cipayung dan organisasi pemuda itu mendatangi gedung dewan dalam rangka menyampaikan aspirasi penolakan terhadap UU Cipta Kerja atau Omnibus Law yang baru saja disahkan di Jakarta.

Ratusan massa yang sebelumnya berkumpul di kawasan Pematang Baih itu berkonvoi menuju Kantor Dewan dengan menggunakan sepeda motor dan membawa atribut aksi.

Kedatang massa tersebut kemudian disambut oleh Ketua DPRD Rokan Hulu Novliwanda Ade Putra, Kapolres Rohul AKBP Taufiq Lukman dan sejumlah personil kepolisian lainnya.

Seorang Penanggungjawab aksi massa Tolak Omnibus Law Rokan Hulu Wiky Yuliandra mengatakan, aturan baru tersebut berpotensi menimbulkan konflik agraria secara lebih luas di Negeri Seribu Suluk.

"Rokan Hulu adalah daerah yang bertopang pada industri perkebunan.

Dengan disahkannya UU CK alias Omnibus Law, kami meyakini kedepan akan terjadi banyak sekali konflik agraria disini," jelasnya.

Tak berhenti sampai disitu, Wiky juga memaparkan, bahwa UU CK dinilai cacat dalam proses pembahasan hingga pengesahan.

Bukan tanpa alasan, dia menilai aspirasi masyarakat sebagai bagian dari negara secara alpa dilupakan dalam pembahasan aturan sapu jagat tersebut.

"Kami dari kelompok mahasiswa menilai, Negara melalui DPR RI sudah melakukan pengabaian dalam aspirasi masyarakat di dalam aturan itu," tekannya.

Halaman
123
Penulis: Syahrul
Editor: didik ahmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved