Breaking News:

Dulu Malu Karena Disebut Mata Kucing, 1 Keluarga di Tanah Datar Sumbar Ini Kini Bangga Bermata Biru

bola mata berwarna biru merupakan kelainan genetik langka yang bisa memengaruhi warna kulit, rambut, mata, dan bentuk wajah.

ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra/foc.
Keluarga dengan sindrom Waardenburg, Tuti Fariani (kiri), Muthia Eriani (kanan), Amira (kedua kanan), dan Gibran (kedua kiri), berada di rumahnya, di Jorong Galanggang Tangah, Nagari Sungayang, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, Rabu (7/10/2020). Sindrom Waardenburg adalah kelainan genetik langka yang bisa memengaruhi warna kulit, rambut, mata, dan bentuk wajah, sehingga membuat keluarga tiga generasi ini memiliki iris mata berbeda warna atau disebut heterochromia iridis. 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Anak-anak zaman milenial gandrung dengan sesuatu yang berbeda, termasuk dalam hal penampilan.

Salah satunya, mengenakan kontak lensa atau softlens warna biru atau cokelat di bola matanya agar terlihat ngetrend seperti orang Eropa kebanyakan.

Namun, apa yang terjadi di Tangah Nagari Sungayang, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat ada warga yang bermata biru tanpa mengenakan softlens.

Satu keluarga di Jorong Galanggang Tangah Nagari Sungayang, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat memiliki kelainan bola mata berwarna biru atau biasa disebut sindrom waardenburg.

Tuti Fariani (58), salah seorang anggota keluarga bermata biru di Nagari Sungayang, Senin (12/10/2020), mengatakan, bola mata berwarna biru tersebut ia dapatkan turun temurun dari sang ibu.

"Mata biru ini ibuk dapatkan dari orangtua ibuk dan hal yang sama juga terjadi kepada anak ibuk," katanya.

Ia mengatakan, bola mata berwarna biru merupakan kelainan genetik langka yang bisa memengaruhi warna kulit, rambut, mata, dan bentuk wajah.

Namun baginya dan keluarganya keluhan bermata biru hanya terjadi pada saat melihat cahaya matahari langsung dalam waktu yang lama.

Namun, sebaliknya mata hijau yang dimilikinya lebih jelas saat melihat di malam hari.

"Bagi kami keluhannya pada mata dan rambut, kalau melihat matahari spontan saja air mata keluar tapi tidak sakit. Sementara anak laki laki ibuk yang bermatanya cokelat memiliki rambut putih sejak SMP," katanya.

Halaman
1234
Editor: Muhammad Ridho
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved