Breaking News:

Demo Tolak UU Cipta Kerja di Riau

Temui dan Duduk Bersama Peserta Aksi Tolak UU Omnibus Law, Ketua DPRD Inhil Langsung Surati Gubri

Ketua DPRD Kabupaten Inhil, H Ferryandi akhirnya berdiri di hadapan ratusan peserta aksi menyampaikan orasi dan pernyataan sikap DPRD Inhil

istimewa
Ketua DPRD Kabupaten Inhil, H Ferryandi menyampaikan orasi dan pernyataan sikap DPRD Inhil atas aksi yang digelar di depan pagar Gedung DPRD Inhil 

“Kami menerima apa yang menjadi aspirasi, tentunya kami akan meneruskan aspirasi dengan bentuk surat kepada Pemprov Riau, karena perpanjangan tangan pusat. Kami menindaklanjuti aspirasi mahasiswa, menolak UU Omnibus Law,” imbuh Ferryandi.

Sementara itu, Sataril Gafar selaku perwakilan buruh tani dan rakyat mengaku lega aksi kali langsung direspon oleh DPRD Inhil dan pihak keamanan dari Polres Inhil, Satpol PP Inhil.

“Sebagai masyarakat dan bagian dari mahasiswa kalau bicara puas kita belum puas karena belum ada pengesahan yang sah untuk membatalkan UU ini, tapi ini sudah sedikit melegakan masyarakat karena kita diterima dengan baik oleh Ketua DPRD Inhil,” ujar Sataril.

Sataril yang juga bertindak sebagai Jenderal lapangan dalam aksi tersebut mengapresiasi peserta aksi yang bisa menahan diri serta petugas kemanan yang bersikap persuasif sehingga demo berjalan dengan damai.

“Karena kami takutkan demo ini rusuh seperti di daerah lain, juga saya banggakan hanya Kabupaten Inhil yang demo omnibus law nya damai tidak ada kerusakan fasilitas negara,” ucapnya.

Lebih lanjut Sataril memaparkan, dalam UU ombibus Law cipta kerja terdapat 17 poin yang dinilai tidak pro kepada masyarakat.

Di antaranya adalah dipermudahnya izin yang hanya menguntungkan investor.

“Bisa saja masyarakat yang hari ini melihat kelapa bisa sewaktu-waktu melihat berdirinya perusahaan, ini kami khawatirkan,” ucap Sataril.

Ditambakan Sataril, lebih anehnya lagi UU ini disahkan ketika pemerintah melarang berkumpul karena pandemi Covid-19.

“Kenapa malah disahkan, artinya ada sebuah kejanggalan bahwa UU ini memang untuk di desak segera di selesaikan, RUU itu juga belum ada naskah akademis,” pungkas Sataril.

Halaman
123
Penulis: T. Muhammad Fadhli
Editor: Nurul Qomariah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved