Breaking News:

DPRD Pekanbaru Minta Pelaku Perusak Pohon di Jalan Nangka Ditangkap, untuk Efek Jera

Politisi Partai Demokrat ini meminta kepada OPD terkait, segera melaporkan ikhwal ini ke kepolisian. Sehingga pelakunya bisa segera ditangkap.

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Anggota DPRD Kota Pekanbaru Aidil Amri S Sos mengecam pelaku perusak pohon yang diberada di median Jalan Tuanku Tambusai/Nangka.

Politisi Partai Demokrat ini meminta kepada OPD terkait, segera melaporkan ikhwal ini ke kepolisian. Sehingga pelakunya bisa segera ditangkap.

"Ini sudah pidana, kriminal, merusak aset. Kita minta pelakunya segera ditangkap," harap Aidil kepada Tribunpekanbaru.com, Kamis (15/10/2020).

Aidil Amri
Aidil Amri (TribunPekanbaru/Syafruddin)

Sekadar diketahui, pengrusakan pohon di Jalan Nangka tersebut terjadi beberapa hari lalu. Diduga pelaku memotong pohon yang akan dijadikan pelindung di jalur tersebut, untuk kepentingan bisnis reklame.

Baca juga: Kenangan Pilu Ayah Kandung Rangga Bocah yang Tewas Dibacok Saat Lindungi Ibu, Korban Anak Cerdas

Baca juga: Bocah Bonceng Tiga Nekat Kejar Pria Ngaku Polisi yang Rampas HP Mereka, Warga Bakar Motor Pelaku

Baca juga: Bunuh Anaknya, Ucapan Sadis Si Pemerkosa Ibu Muda: Ikut Aku Ya, Anak Kau Kita Buang Aja

Baca juga: Hasil Swab Negatif Tapi Ibunya Dinyatakan Meninggal Positif Covid-19, Zulkardi Lapor ke Polda Riau

Sebab banyak reklame berdiri di tepian Jalan Nangka. Baik berupa billboard maupun baliho lainnya. Kemungkinan besar, pohon yang berada di tengah median jalan tersebut, melindungi reklame mereka.

"Pohon di tengah median jalan itu sengaja ditanam pemerintah, untuk keindahan dan keasrian kota kita ini. Seharusnya kita ikut menjaganya, bukan justru merusak. Ini tindakan yang sangat kita sayangkan," tambah Politisi senior ini.

Disinggung sanksi perusak pohon sebagaimana diatur dalam Perda Kota Pekanbaru, ditegaskan Aidil lagi, bahwa OPD terkait harus menindaklanjuti kasus ini. Meski sudah ada dugaan siapa pelaku di balik ini, namun harus percaya dengan penanganan hukum oleh kepolisian.

"Sanksi pelakunya sesuai dengan aturan. Lalu publis ke masyarakat. Sehingga ke depannya ada efek jera bagi pelaku dan warga lainnya, untuk tidak melakukan hal yang sama. Apalagi ada sanksi pidana ya, " tegas Aidil lagi. 

------------------------------------------------------

DPRD Pekanbaru Tak Kunjung Bahas APBD 2021, Ini Penyebabnya

Halaman
1234
Penulis: Syafruddin Mirohi
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved