Breaking News:

Liga 2 2020

Liga Sepakbola Tak Dapat Izin, Pilkada Direstui, Klub Liga 2 Minta Mabes Polri Tak Tebang Pilih

Kalangan pecinta sepakbola Tanah Air, kini menilai Pemerintah dan Polri mengeluarkan tidak fair.

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Kalangan pecinta sepakbola Tanah Air, kini menilai Pemerintah dan Polri mengeluarkan tidak fair.

Betapa tidak, kompetisi sepak bola di Indoensia kini dihentikan, karena Polri tida mengeluarkan izin keramaian. Alasannya karena kasus pandemi covid-19 masih menyebar.

Pertanyaan yang kini masih membenak di kalangan pecinta sepakbola, adanya perbedaan dan tebang pilih dalam mengeluarkan kebijakan.

Pilkada serentak di Indonesia diizinkan, sementara Liga tidak diizinkan. Apa bedanya jika ingin memutuskan mata rantai covid-19 tersebut.

Seperti yang diutarakan peserta klub Liga 2, Manager AA Tiga Naga, Hidayat. Kepada Tribun pekanbaru.com, Kamis (15/10/2020), Hidayat menegaskan, seharusnya untuk kompetisi sepakbola ini, tidak ada alasan bagi Polri untuk tidak mengeluarkan izin keramaiannya.

"Kan dari awal PSSI dan PT LIB sudah berjanji menerapkan protokol kesehatan ketat. Bahkan Liga digelar tanpa penonton. Jadi, kalau seperti ini kan cari alasan saja. Kami tak mau disangkutkan dengan politik, kami murni sepakbola, " tegas Hidayat.

Klub Liga sudah sepakat bahwa pemerintah dan Polri, jangan tebang pilih dalam mengeluarkan kebijakan.

Jika melihat proses Pilkada, mulai sekarang Paslon sudah mengumpulkan massa dalam jumlah yang tidak sedikit.

Belum nanti kampanye akbar, yang notabenenya masyarakat menumpuk.

Sebaliknya, kompetisi liga tanpa penonton, hanya panpel, pemain dan official tim, yang dipastikan tidak menumpuk seperti kampanye Pilkada (kampanye terbuka dan dialogis).

Halaman
12
Penulis: Syafruddin Mirohi
Editor: Ilham Yafiz
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved