Breaking News:

Tuding Umat Islam Ekstremis, China Larang Naik Haji Sebelum Ikuti Pendidikan Bela Negara

aturan yang dikeluarkan pada hari Senin (12/10, semua perjalanan umat muslim China yang menuju ke Arab Saudi harus di atur oleh Asosiasi Islam China

Penulis: pitos punjadi | Editor: Nolpitos Hendri
Saudi Gazette
Tuding Umat Islam Ekstremis, China Larang Naik Haji Sebelum Ikuti Pendidikan Bela Negara. Foto: Pemandangan Masjidil Haram yang diambil helikopter penjaga keamanan dari ketinggian 2500 kaki. 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Pemeritah China telah mengeluarkan sebuah aturan baru yang melarang umat Muslim negaranya melakukan ibadah haji ke Mekkah.

Ini adalah sebuah langkah yang menurut pengamat sebagai “upaya lain Partai Komunis untuk mengendalikan urusan agama,”.

Bedasarkan aturan yang dikeluarkan pada hari Senin (12/10/2020), semua perjalanan umat muslim China yang menuju ke Arab Saudi harus di atur oleh Asosiasi Islam China.

Hal itu disampaikan oleh Administrasi Negara untuk Urusan Agama China.

Asosiasi Islam China adalah sebuah organisasi yang dikendalikan oleh jaringan Partai Komunis China, Departemen Pekerjaan Front Bersatu.

Selain dikendalikan dalam menjalankan ibadah haji, China juga memerintahkan asosiasi itu untuk melaksanakan pendidikan bela negara kepada umat Muslim yang ingin pergi haji.

“Asosiasi harus mendidik peserta haji tentang perilaku patriotik dan keamanan, memperkuat manajemen peserta, dan mencegah infiltrasi pemikiran, serta perilaku ekstremis agama yang membahayakan keamanan nasional,” kata pemerintah dalam peraturan tersebut, dikutip dari South China Morning Post, Jumat (16/10/2020).

Beijing telah mendapat kecaman keras dari dunia internasional, karena penindasannya terhadap kegiatan keagamaan di wilayah Xinjiang.

Kelompok hak asasi manusia memperkirakan bahwa, lebih dari 1 juta orang Uighur dan minoritas Muslim lainnya telah ditahan di kamp-kamp penampungan.

Bahkan laporan SCPM menyebut, beberapa Muslim Uighur menjadi sasaran kerja paksa oleh China.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved