Breaking News:

Moeldoko Sebut Susah Diajak Bahagia, Mardani: UU Omnibus Law Belum Dilaksanakan Udah Buat Menderita

Mardani menegaskan bahagia itu sederhana. Seperti halnya buruh mendapatkan haknya hingga guru disejahterakan.

Editor: CandraDani
Mata Najwa
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko dalam Mata Najwa, Rabu (1/7/2020) 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko sempat membuat pernyataan bahwa penolak UU Cipta Kerja susah diajak bahagia.

Menanggapi hal itu, politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera mengatakan pernyataan Moeldoko adalah wujud ketidakpahaman yang bersangkutan bahwa akan selalu ada pro dan kontra di tiap masalah.

Menurutnya, baik pihak yang pro maupun kontra sama-sama memiliki hak yang sama dalam berpendapat. Sehingga pendapat itu sebaiknya saling didengarkan.

"Pernyataan Pak Moeldoko menunjukkan ketidakpahamannya bahwa wajar akan selalu ada pro dan kontra dan keduanya punya hak yang sama dalam berpendapat. Padahal mestinya didengarkan dan diperjuangkan," ujar Mardani, ketika dihubungi Tribunnews.com, Senin (19/10/2020).

Baca juga: Ada Enam Versi Naskah UU Omnibus Law Cipta Kerja di Meja Kerja Mahfud MD, Ini Penjelasannya

Baca juga: Ratusan Mahasiswa yang Ikut Unras UU Cipta Kerja Positif Virus Corona, Begini Kata Kemendikbud

Di sisi lain, Mardani menegaskan bahagia itu sederhana.

Seperti halnya buruh mendapatkan haknya hingga guru disejahterakan.

"Bahagia itu sederhana. Buruh dapat haknya, petani dan nelayan dilindungi, guru disejahterakan dan sumber daya alam kita digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran bangsa sendiri," kata dia.

Hanya saja, anggota Komisi II DPR RI itu menilai UU Omnibus Law Cipta Kerja sudah membuat bangsa Indonesia menderita padahal belum dilaksanakan.

Baca juga: Pengurus MUI Kunjungi Jokowi Soal Perpu UU Cipta Kerja, Namun Ditolak

Baca juga: Tanggapi Para Penolak UU Cipta Kerja, Moeldoko: Mau Diajak Bahagia Saja Kok Susah Amat

"UU Omnibus Law sebagian pasal-pasalnya justru belum dilaksanakan tapi sudah buat sedih dan menderita bangsa," tandas Mardani.

Sebelumnya, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengatakan, omnibus law Undang-Undang Cipta Kerja merupakan upaya pemerintah agar Indonesia dapat mengikuti kompetisi global.

Ia menyebut, UU Cipta Kerja akan mengubah wajah rakyat Indonesia menjadi bahagia karena memiliki harga diri dan bermartabat.

"Wajah baru Indonesia adalah wajah rakyat. Wajah bahagia di mana kita punya harga diri, punya martabat. Rakyat yang mempunyai daya saing, punya peluang dan karier, serta punya masa depan. Mau diajak bahagia saja kok susah amat," kata Moeldoko dalam keterangan pers, Sabtu (17/10/2020).(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Sebut Penolak UU Cipta Kerja Susah Diajak Bahagia, Mardani: Moeldoko Tidak Paham Soal Pro dan Kontra,

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved